Maskot Pilkada Klungkung. (BP/dok)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Klungkung maupun Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali sudah di depan mata. Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Klungkung telah melakukan pemetaan potensi terjadinya kecurangan.

Dari empat Kecamatan, Nusa Penida masuk paling rawan. Ketua Panwaslu Klungkung, I Komang Artawan mengungkapkan pemetaaan tersebut berdasarkan pengalaman Pilkada sebelumnya dan hasil pemantauan Pengawas Pemilu Lapangan (PPL). “Namun potensinya tidak terlalu tinggi. Masih pada level waspada. Karena berdasarkkan pengalaman dulu, kejadian ada seratus persen tusukan yang sama,” ungkapnya disela-sela pelantikan 350 Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) di Puri Denbencingah, Desa Akah, Klungkung, Senin (4/6).

Menyikapi hal tersebut, upaya pencegahan sudah dilakukan sejak tahapan pemilihan mulai. Ini pun semakin dimaksimalkan dengan turut menggerakkan PTPS. “TPS keseluruhan ada 350. Khusus di Nusa Penida, ada 107,” sebutnya.

Meski demikian, kecamatan lain, yakni Klungkung, Banjarangkan dan Dawan tak luput dari pengawasan. Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bali, I Ketut Rudia mengatakan kecurangan pada hajatan politik lima tahunan itu berpotensi terjadi pada pendistribusian logistik. Ini menjadi fokus pengawasannya. “PTPS secara melekat melakukan pengawasan bersama PPL, termasuk distribusi kotak suara ke desa-desa,” tegasnya.

Baca juga:  364 Personil Kepolisian Dilibatkan Pengamanan Pilkada Serentak di Bangli

Pelanggaran juga berpotensi terjadi pada pendistribusian surat panggilan memilih (C6). “Karena pengalaman ada pemanfaatan (C6-red) oleh oknum-oknum. C6 hanya diberikan kepada mereka yang terdaftar dalam DPT. Kemudian itu dibawa ke TPS melakukan pemilihan. Kalau ditemukan diluar itu adalah pidana. Ini harus betul-betul diawasi dan dipastikan,” sebutnya.

Aksi money politics juga perlu diwaspadai masyarakat. Demikian pula aksi intimidasi untuk memilih salah satu pasangan calon. Sejauh ini, masih belum ada laporan terkait ini. “Tetapi ini perlu diwaspadai. Kalau terjadi, terhadap pelaku akan dikenakan sanski tegas,” tandas pria asal Karangasem ini. (Sosiawan/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.