Kuota
Stok elpiji 3 kg. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Menjelang hari raya Galungan yang jatuh pada Rabu (30/5) dan bulan puasa, Pertamina sudah mengantisipasi kenaikan penjualan. Namun karena Bali merupakan daerah mayoritas non Muslim, Pertamina mengantisipasi dengan menambah pasokan LPG (elpiji) 10 persen dari konsumsi normal.

Sales Executive LPG Bali PT. Pertamina, Rainier Axel Gultom, mengatakan, seminggu sebelum Galungan, Pertamina sudah menambah supply elpiji subsidi dan non subsidi 10 persen dari konsumsi normal pada Mei. Penambahan dilakukan mulai tgl 24 – 27 Mei. “Kami menambah 1.500 metrik ton untuk satu bulan ini,” ujarnya Kamis (17/5).

Penambahan pasokan ini hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Konsumsi rata-rata di wilayah Bali untuk elpiji subsidi adalah 630 metrik ton per hari. Sedangkan konsumsi elpiji non subsidi rata-rata 40 ton per hari. Dengan adanya tambahan pasokan 10 persen ini, berarti pasokan elpiji menjadi 680 metrik ton per hari.

Baca juga:  LPG Oplosan yang Beredar di Bali Mencapai 35 - 40 Persen

Penggunaan elpiji subsidi di Bali masih tinggi. “Kebanyakan masyarakat masih pakai elpiji 3 kg,” ujarnya.

Sementara Bright gas 5,5 kg yang merupakan elpiji non subsidi diakui penjualannya sudah meningkat. Setiap tahun dikatakan ada peningkatan. Karena banyak program yang diberikan seperti tukar 2 tabung gas 3 kg dengan tabung 5,5 kg gratis, kecuali isinya.

Selain itu, program Pertamina yang lain adalah Program Sadar Subsidi. Terkait program ini, Pertamina sudah berkoordinasi dengan Pemprov Bali. Program ini pun sudah berjalan sejak setahun yang lalu. Masyarakat yang tidak berhak mendapatkan subsidi diharapkan beralih ke elpiji non subsidi.

Program ini diawali dengan surat edaran Gubernur Bali yang pertama yaitu menyurati para ASN untuk tidak menggunakan elpiji subsidi. Surat kedua keluar awal Mei lalu untuk pelaku bisnis, tidak diperbolehkan menggunakan tabung subsidi. (Citta Maya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.