LPD
Ilustrasi LPD/ (BP/dok)

BANGLI, BALIPOST.com – Kinerja Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Kabupaten Bangli menunjukkan perbaikan. Hal ini bisa dilihat dari menurunnya jumlah LPD macet.

Menurut Kabag Ekonomi Setda Bangli Ni Luh Ketut Wardani, Selasa (15/5), jumlah LPD macet yang ada di Bangli mengalami penurunan dari sebelumnya sebanyak 11 menjadi 7 LDP. Wardani mengatakan terdapat sebanyak 159 LPD yang tersebar di empat kecamatan.

Kata dia, dari jumlah tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan pada triwulan terakhir, ada 93 LPD yang sehat, cukup sehat 29, kurang sehat 25, tidak sehat 5, dan macet 7 LPD. “Tujuh LPD yang macet tersebut meliputi LPD Desa Pakraman Undisan Kelod Tembuku, LPD Desa Pakraman Demulih Susut, LPD Desa Pakraman Terunyan Kintamani, LPD Desa Pakraman Songan, LPD Desa Pakraman Bukit Sari Songan B, LPD Desa Pakraman Abang Batudinding Kintamani, dan LPD Desa Pakraman Cempaga Bangli. LPD ini macet akibat dipicu karena banyak pengurus dan manajeman kurang bagus karena tidak serius dalam memajukan LPD yang dikelola. Tapi, yang paling dominan menyebabkan LPD macet akibat kredit nasabah macet,” ucapnya.

Baca juga:  Kondisi Bayi Dalam Kardus Membaik dan Stabil

Menurut Wardani, sebelumnya ada 11 LPD yang macet. Akan tetapi, dengan segala usaha yang dilakukan, akhirnya jumlah LPD yang macet menjadi berkurang menjadi 7 LPD saja. “Upaya dan kerja keras yang kita lakukan membuahkan hasil karena dari 11 LPD macet kini tinggal 7 LPD macet. Kita akan terus berupaya kedepannya agar tujuh LPD yang masih macet ini kembali sehat dan bisa beroperasi,” paparnya.

Pejabat asal Kelurahan Kubu, Bangli, itu mengatakan, ketika sebuah LPD mengalami permasalahan, ada dewan pengawas. Fungsinya adalah untuk mengawasi pengelolaan manajemen dan yang lainnya. “Jika ada masalah nanti dewan pengawas inlah yang akan menyikapi permasalahan yang dihadapi dan dicarikan jalan kelaur,” tegas Wardani. (Eka Parananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.