SINGARAJA, BALIPOST.com – Sebanyak 5.794 peserta mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Tahun 2018 di kampus Universitas Pendidikan Ganseha (Undiksha) Singaraja. Seleksi di perguruan tigngi berjuluk Kampus Seribu Jendela ini dipantau langsung Menteri Riset Teknologi Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, Selasa (8/5).

Usai menemani Menristekdikti Nasir, Rektor Undiksha Singaraja Dr. Nyoman Jampel, M.Pd mengatakan kampus yang dipimpinnya itu sekarang sudah mengantongi 1.308 mahasiswa yang lulus lewat jalur SNMPTN. Sementara lewat jalur SBMPTN akan dijaring 926 mahasiswa. Dengan demikian, masih ada sisa kuota yang akan diisi dari Ujian Mandiri.

Sesuai mekanisme, pemerintah pusat menetapkan kuota jalur mandiri sebanyak 10 persen. Itu artinya, ada sekitar sekitar 300 orang calon mahasiswa yang dapat diterima kuliah di perguruan tinggi terbesar di Bali Utara tersebut. “Karena porsi yang diberikan untuk jalur mandiri ini sangat kecil, jadi persaingan lewat jalur ini akan sangat ketat,” katanya.

Menurut Jampel, pelaksanaan SBMPTN di Undiksha berlangsung lancar dan tertib. Untuk peserta yang memilih program studi bidang seni dan keolahragaan selain mengikuti ujian tulis juga mengikuti ujian keterampilan yang diselenggarakan 9 Mei atau 11 Mei.

Baca juga:  Acara Level Internasional, Kemenpar Dukung APWT 2017 di Singaraja

Terkait antispasi kecurangan, kata Jampel, pihaknya sudah melakukan persiapan pengawasan sesuai SOP panitia induk. Pengecekan identitas peserta dilakukan lewat foto untuk memastikan benar atau tidak peserta yang ikut seleksi. “Semua persiapan dan pelaksanaan berjalan lancar, dan sesuai petunjuk dari panitia di pusat,” jelasnya.

Ditanya terkait kesiapan melayani mahasiswa penyandang disabilitas, Jampel menyebut kalau dalam penerimaan mahasiswa baru tahun ini ada mahasiwa penyandang disabilitas yang diterima, maka pihaknya menjamin akan menyiapkan kebutuhan sarana dan prasarana penunjang perkuliahan untuk penyandang disabilitas itu sendiri. Salah satu persiapan yang dilakukan adalah akses khusus ke ruang kuliah dan beberapa sarana penunjang perkuliahan dan kegiatan di luar kampus.

“Kita akan siapkan tempat dan akses untuk mereka yang disabilitas akan kita siapkan segara dan kalau ada ya sesuai instruksi Pak Menristekdikti harus didperlakukan sama, sehingga kami akan berusaha melengkapi sarana untuk mahasiswa disabilitas tersebut,” katanya. (Mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.