Siswa SMP di Bangli bersiap mengikuti UNBK 2017. (BP/dok)

BANGLI, BALIPOST.com – Seluruh sekolah SMP di Kabupaten Bangli tahun ini siap untuk melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang bakal mulai dilaksanakan Senin (23/4). Hanya saja, dari 29 SMP Negeri dan Satap yang siap UNBK, belum semuanya bisa melakukan UNBK secara mandiri.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Keolahragaan (Disdikpora) Bangli, I Nyoman Suteja, mengungkapkan, tahun ini semua sekolah SMPN Negeri sampai Satap sudah siap melaksanakn UNBK. Seluruh sekolah SMP yang siap mengikuti UNBK untuk di Wilayah Bangli meliputi SMPN 1 Bangli, SMPN 2 Bangli, SMPN 3 Bangli, SMPN 4 Bangli, SMPN 5 Bangli, SMPN 5 Bangli. Kemudian wilayah Susut yakni SMPN 1 Susut, SMPN 2 Susut, SMPN 3 Susut, SMP Satap 1 Susut dan SMP TP 45 Susut. Wilayah Tembuku diantaranya SMPN 1 Tembuku, SMPN 2 Tembuku, SMPN 3 Tembuku, SMPN 4 Tembuku dan SMP Satap 1 Tembuku. Dan Kecamatan Kintamani yakni SMPN 1 Kintamani, SMPN 2 Kintamani, SMPN 3 Kintamani, SMPN 4 Kintamani, SMPN 5 Kintamani, SMPN 6 Kintamani, SMPN 7 Kintamani. Dan SMP Satap yakni SMP Satap 1 Kintamani, SMPN SMP Satap 2 Kintamani, SMP Satap 3 Kintamani, SMP Satap 4 Kintamani, SMP Satap 5 Kintamani, SMP Satap 6 Kintamani dan SMP Satap 7 Kintamani.

“Dari sekolah yang semuanya siap melaksanakan UNBK, memang ada beberapa sekolah meminjam komputer dan bergabung di sekolah lain karena belum bisa melakukan UNBK secara mandiri akibat masih terkendala sarana prasana komputer,” katanya.

Baca juga:  Naik Signifikan, Jumlah SMP di Denpasar Siap Ikuti UNBK

Sekolah yang bergabung saat UNBK nanti diantaranya SMP TP 45 Kayuambua bergabung ke SMP 1 Satap Susut. Untuk SMP Satap Siakin meminjam di SMPN 7 Kintamani, SMPN 3 Kintamani meminjam di SMK 3 Kintamani. Sementara untuk kejar Paket C Mekar Anom meminjam di SMPN 2 Bangli.

Dikatakan Suteja, pelaksanaan UNBK di seluruh SMP ini tidak lepas dari sarana prasarana komputer yang dibantu oleh pemerintah daerah. “Untuk UNBK, kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak Telkom dan PLN agar saat pelaksanaan UNBK tidak ada gangguan yang dapat menghambat proses UNBK,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, sebelum para siswa mengikuti UNBK, pihak sekolah telah memberikan pelatihan yang terjadwal secara khusus untuk memahami sistem UNBK yang dilakukan dalam tiga tahap. “Siswa ada yang mengambil latihan itu di luar jam pelajaran. Setelah diberikan pelatihan itu, kebanyakan siswa bilang kalau memakai sistem UNBK jauh lebih mudah ketimbang memakai UNKP,” paparnya. (Eka Parananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.