Pedagang menjual sejumlah bumbu dapur di Pasar Anyar. Bahan makanan merupakan salah satu komponen penyumbang inflasi di Denpasar. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pada Februari 2018 di Kota Denpasar tercatat inflasi sebesar 0,65 persen. Inflasi ini terjadi karena perubahan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 129.21 dibandingkan Januari 2018. Tingkat inflasi tahun kalender (IHK Februari 2018 dibandingkan Desember 2017) tercatat sebesar 1,60 persen.

Tingkat inflasi tahun ke tahun (IHK Februari 2018 dibandingkan Februari 2017/yoy) tercatat sebesar 3,10 persen. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho membeberkan, dari 82 kota IHK, tercatat 55 kota mengalami inflasi.

Inflasi tertinggi di Jayapura (Papua) sebesar 1,05 persen dan terendah tercatat di Palangkaraya (Kalimantan Tengah) sebesar 0,04 persen. Sedangkan deflasi tertinggi tercatat di Medan (Sumatra Utara) sebesar 0,96 persen dan terendah di Lubuklinggau (Sumatera Selatan) sebesar 0,02 persen.

Jika diurutkan dari inflasi tertinggi, maka Denpasar menempati urutan ke-4 dari 55 kota yang mengalami inflasi. Berbeda dengan Singaraja. Inflasi Singaraja pada Februari 2018 tercatat 0,25 persen. Tingkat inflasi ini membawa Singaraja pada urutan ke-32 dari 55 kota di Indonesia yang mengalami inflasi. Sedangkan tingkat inflasi kalender Singaraja 1,11 persen dan tingkat inflasi yoy 1,88 persen.

Baca juga:  Jelang Hari Raya Keagamaan, Inflasi Cenderung Stabil dan Stok Tercukupi

Inflasi ditunjukkan oleh naiknya indeks pada enam kelompok pengeluaran. Yaitu kelompok bahan makanan sebesar 1,75 persen, kelompok makanan jadi, minuman rokok dan tembakau sebesar 0,77 persen, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,46 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,39 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,30 persen, serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,03 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami penurunan indeks/deflasi adalah kelompok sandang sebesar 0,60 persen.

Komoditas yang tercatat memberikan andil terhadap inflasi pada Februari 2018 antara lain, pasir, tarif angkutan udara, BBM non subsidi, air kemasan, cabai rawit, cabai merah, bawang merah, bawang putih dan jeruk. Komoditas yang tercatat mengalami penurunan harga atau menahan laju inflasi antara lain, daging ayam ras, ikan tongkol pindang, wortel, sawi hijau, buncis, handbody lotion.

Kelompok bahan makanan yang menyumbang inflasi tertinggi adalah bumbu-bumbuan sebesar 13,34 persen. Yaitu IHK pada Januari 2018 164,07 menjadi 185,95 pada Februari 2018. (Citta Maya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.