DENPASAR, BALIPOST.com – Masalah kebersihan menjadi salah satu ancaman yang dihadapi pariwisata Bali. Baik menyangkut kebersihan toilet di destinasi, maupun masalah sampah.

Padahal, kebersihan merupakan satu dari tujuh poin penting yang tertuang dalam Sapta Pesona agar wisatawan merasa nyaman, betah tinggal lebih lama, puas dengan kunjungannya, serta memberikan kenangan indah dalam hidupnya. “Kita sudah melakukan koordinasi setiap 3 bulan dengan teman-teman di kabupaten/kota, karena mereka yang mempunyai wilayah dan destinasi-destinasi. Kita selalu menganjurkan Sapta Pesona,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, A.A. Gede Yuniartha Putra dalam Simakrama Gubernur Bali di Wantilan DPRD Bali, Sabtu (3/3).

Menyangkut kebersihan, pihaknya mengaku sudah melakukan koordinasi dan pembinaan langsung ke destinasi-destinasi yang ada di Bali. “Memang permasalahannya ada di toilet. Pada saat baru dikerjakan saja dia bersih, tapi pada saat maintenance, disitu yang menjadi problem karena tidak setiap hari dibersihkan. Kita selalu memberikan pengarahan supaya toilet itu bersih,” jelasnya.

Demikian pula terkait sampah, Yuniartha mengatakan telah meminta setiap pengelola destinasi untuk menyiapkan tempat sampah. Namun, masalah sampah sampai saat ini tetap menjadi salah satu masalah kebersihan di destinasi.

Baca juga:  Melasti, Umat Hindu Padati Pulau Merah

Hal inipun diakui oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika. “Kelemahan kita di Bali sehingga orang tidak nyaman adalah masalah kebersihan. Keluhannya itu soal kebersihan. Kalau soal uniknya, sudah unik. Kebersihannya kurang terjamin, toilet misalnya, sampah di sekitar objek, kita kurang peka terhadap hal-hal seperti itu,” ujarnya.

Pastika menambahkan, wisatawan juga tidak nyaman berwisata jika ditodong terus oleh pedagang acung. Oleh karena itu, penataan pedagang perlu dilakukan pula selain masalah kebersihan. (Rindra Devita/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.