
MANGUPURA, BALIPOST.com – Perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Bali akan berdampak pada operasional penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Selama pelaksanaan Catur Brata Panyepian, ratusan penerbangan dipastikan tidak beroperasi karena aktivitas bandara dihentikan sementara.
Berdasarkan data yang diperoleh, Senin (9/3), sedikitnya 450 pergerakan pesawat akan terdampak saat perayaan Nyepi yang jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026. Penghentian operasional ini merupakan tradisi tahunan yang dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap hari suci umat Hindu di Bali.
Airport Operation and Security Services Bandara I Gusti Ngurah Rai, Goentoro membenarkan adanya dampak terhadap jadwal penerbangan selama perayaan tersebut. Pihak pengelola bandara juga telah mengeluarkan pemberitahuan resmi kepada maskapai dan pihak terkait.
“Operasional bandara akan ditutup mulai pukul 06.00 WITA pada tanggal 19 Maret hingga pukul 06.00 pada pukul 06.00 WITA selama 24 jam. Ada diperkirakan 450 movement pesawat yang diperkirakan tidak beroperasi selama Nyepi,” ungkapnya.
Penghentian operasional bandara selama 24 jam ini telah dituangkan dalam notice to airmen (notam). Dengan pemberitahuan tersebut, seluruh maskapai diharapkan dapat menyesuaikan jadwal penerbangan sebelum dan setelah perayaan Nyepi.
Selain menghentikan aktivitas penerbangan, pihak bandara juga menyiapkan langkah pengamanan selama periode tersebut. Petugas tetap disiagakan untuk memastikan keamanan kawasan bandara meskipun tidak ada aktivitas penerbangan. “Kami telah menyiapkan tim pengaman untuk melakukan pengamanan selama Nyepi,” ucapnya.
Di sisi lain, Bandara Ngurah Rai diprediksi akan melayani lonjakan penumpang selama periode libur Lebaran 2026. Bandara terbesar di Bali ini diperkirakan melayani sekitar 1,1 juta penumpang selama masa angkutan Lebaran.
Periode angkutan Lebaran diproyeksikan berlangsung selama 18 hari, mulai 13 hingga 30 Maret 2026. Dalam rentang waktu tersebut, jumlah penumpang diperkirakan mencapai 1.130.436 orang dengan total 6.742 pergerakan pesawat.
Lonjakan penumpang diperkirakan terjadi menjelang perayaan Nyepi. Puncak arus mudik diprediksi berlangsung pada 18 Maret 2026 atau sehari sebelum Nyepi, dengan jumlah pergerakan penumpang mencapai sekitar 71 ribu orang. Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 28 Maret 2026.
Pengelola bandara mengimbau para calon penumpang untuk memperhatikan jadwal penerbangan serta melakukan konfirmasi kepada maskapai masing-masing, terutama bagi mereka yang memiliki jadwal perjalanan berdekatan dengan perayaan Nyepi. (Parwata/balipost)










