
DENPASAR, BALIPOST.com – Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026 akan dibuka pada Sabtu (13/6) ini. Kepastian siapa yang akan membuka PKB ke-48 ini masih belum jelas, hingga berita ini diturunkan Rabu (10/6).
Kehadiran Kepala Negara, Prabowo Subianto, menjadi harapan besar Pemerintah Provinsi Bali dan masyarakat Pulau Dewata untuk menandai dimulainya perhelatan seni budaya terbesar dan paling bergengsi di Bali tersebut.
PKB 2026 dijadwalkan berlangsung selama satu bulan penuh, mulai 13 Juni hingga pertengahan Juli 2026, dengan pusat kegiatan di Taman Budaya Provinsi Bali atau Art Center Denpasar. Sementara pembukaan dan pawai budaya (Peed Aya) akan dipusatkan di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandhi, Renon, Denpasar.
Ketua Panitia PKB 2026 yang juga Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Alit Suryana, mengatakan pada Jumat (5/6), pihaknya terus melakukan lobi komunikasi intensif dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan kehadiran Presiden.
Terkait kehadiran Prabowo di pembukaan PKB, Ketua DPD Gerindra Bali Made Muliawan Arya atau yang akrab disapa De Gadjah sempat menjelaskannya saat bertemu dengan Guru Besar Hubungan Internasional, Prof Connie Rahakundini Bakrie, Minggu (7/6).
Pertemuan berlangsung di area restoran Meru Hotel, Sanur, tidak lama setelah De Gadjah menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto. Keduanya berbincang santai membahas sejumlah hal, mulai dari Pesta Kesenian Bali (PKB) hingga obrolan ringan namun berisi.
Saat dikonfirmasi, De Gadjah membenarkan adanya pertemuan tersebut. Ia menyebut hubungan baik yang telah terjalin membuat obrolan berlangsung akrab dan penuh kehangatan.
“Iyaa kita ngobrol santai karena kenal baik. Sebelumnya saya duduk berdampingan dengan beliau ketika Menteri Fadli Zon membuka PKB 2025 lalu,” ungkap De Gadjah dikonfirmasi pada Senin (8/6).
Dalam perbincangan itu, Prof Connie juga menanyakan perkembangan rencana kehadiran Presiden Prabowo Subianto untuk membuka Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 13 Juni. Menurut De Gadjah, hingga saat ini kepastian kehadiran Presiden masih dalam proses koordinasi mengingat padatnya agenda kenegaraan yang harus dijalankan.
Meski demikian, ia mengaku terus berupaya agar Presiden Prabowo dapat hadir dan membuka langsung ajang seni budaya terbesar di Pulau Dewata tersebut.
“Ini usulan masih proses kan kita ga tahu kesibukan beliau seperti apa. Kami masih usahakan kepada pimpinan agar Presiden membuka PKB. Keinginan beliau datang, cuma tanggal 13 itu ya ada agenda ke luar negeri, cuma diusahakan lah,” jawab De Gadjah kepada pakar ketahanan dan keamanan internasional itu.
Sementara itu, Prof Connie Rahakundini Bakrie turut membagikan momen pertemuannya dengan De Gadjah melalui akun media sosial pribadinya. Dalam unggahan tersebut, tampak latar mobil dinas Presiden Prabowo Subianto yang terparkir di kawasan hotel.
Prof Connie menekankan bahwa perbedaan ruang politik maupun peran pemerintahan tidak mengurangi pentingnya budaya sebagai perekat bangsa. “Politik boleh berbeda ruang. Pemerintahan boleh berbeda peran. Tetapi budaya tetaplah rumah bersama kita sebagai bangsa.” (Ketut Winata/balipost)










