Suasana Pelabuhan Gilimanuk saat operasi Ketupat Agung 2025. Puncak arus balik tidak sepadat puncak arus mudik Lebaran. (BP/Olo)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pergerakan penumpang dan kendaraan menjelang arus mudik diperkirakan mulai meningkat pada akhir pekan ini.

Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bali memprediksi lonjakan mobilitas akan mulai terlihat sejak 14 Maret, seiring dimulainya periode Posko Angkutan Lebaran secara nasional pada 13–29 Maret 2026.

Kepala Dinas Perhubungan Bali, I Kadek Mudarta, mengatakan pengalaman tahun sebelumnya menunjukkan peningkatan mobilitas biasanya terjadi beberapa hari setelah posko mulai beroperasi. “Kalau Posko secara nasional mulai tanggal 13 sampai 29 Maret. Kita prediksi peningkatan penumpang mulai terasa weekend ini, sekitar tanggal 14 Maret sudah mulai naik,” ujarnya, Senin (9/3).

Ia menjelaskan, dengan posisi Hari Raya Nyepi yang berdekatan dengan Lebaran tahun ini, arus pergerakan diperkirakan terbagi dalam beberapa puncak. Puncak pertama diprediksi terjadi pada 17 Maret, atau sehari sebelum rangkaian pengrupukan Nyepi. “Kalau melihat pengalaman tahun lalu, kemungkinan puncak pertama terjadi sekitar tanggal 17 Maret,” katanya.

Baca juga:  OSA di Gianyar, 11 Tersangka Diamankan

Sementara untuk arus balik, Dishub memperkirakan lonjakan mobilitas terjadi pada 25 hingga 29 Maret, sebelum masyarakat kembali beraktivitas normal pada awal pekan berikutnya.

Dari sisi jumlah kendaraan, Mudarta menyebutkan pada periode Lebaran tahun lalu tercatat sekitar 349 ribu kendaraan melintas di berbagai pintu masuk Bali. Tahun ini jumlah tersebut diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 365 ribu kendaraan.

Sedangkan pergerakan penumpang diperkirakan mencapai sekitar 2,46 juta orang atau naik sekitar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 2,35 juta penumpang.

“Angka ini bukan hanya mudik keagamaan, tetapi seluruh pergerakan orang dan kendaraan selama periode Lebaran, baik melalui bandara, Pelabuhan Gilimanuk, Padangbai, Benoa, maupun jalur lainnya,” jelasnya.

Baca juga:  Kajian Akademis, Segini Imbal Jasa Lingkungan yang Berpotensi Diperoleh Bangli

Untuk menghadapi lonjakan mobilitas tersebut, Dishub Bali menyiapkan personel yang akan bertugas di berbagai titik pengawasan dan posko. Dari total sekitar 200 pegawai Dishub Bali, sebanyak 30 orang dikerahkan untuk patroli lapangan, sementara lainnya ditempatkan di posko pemantauan lalu lintas dan pusat koordinasi.

Penanganan arus mudik juga dilakukan melalui koordinasi lintas sektor yang melibatkan berbagai instansi seperti kepolisian, TNI, Basarnas, BPBD, hingga penyedia energi seperti PLN dan Pertamina.

“Secara nasional koordinasi sudah dilakukan sejak minggu lalu, dan di tingkat provinsi juga sudah dilaksanakan. Semua stakeholder bekerja bersama dalam satu koordinasi lintas sektor,” ujarnya.

Baca juga:  Tambahan Pasien Sembuh Nasional Lampaui Kasus COVID-19 Baru

Dishub Bali juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan angkutan umum resmi yang telah menjalani pemeriksaan kelaikan kendaraan (ramp check). Kendaraan yang dinyatakan laik operasi akan diberi penanda khusus sebagai angkutan Lebaran. “Kami mengimbau masyarakat menggunakan angkutan yang sudah ramp check dan memiliki izin resmi,” imbaunya.

Selain itu, masyarakat juga disarankan mengatur waktu perjalanan lebih awal mengingat rangkaian Hari Raya Nyepi seperti Melasti dan Pengrupukan berpotensi menambah kepadatan lalu lintas.

“Kalau memungkinkan mudik lebih awal. Dan kalau menggunakan kendaraan pribadi, pastikan kendaraan dalam kondisi prima, pengemudi juga fit, serta patuhi rambu lalu lintas dan manfaatkan rest area agar tidak mengemudi dalam kondisi lelah,” tandas Mudarta. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN