Pekerjaan
Ilustrasi. (BP/dok)
AMLAPURA, BALIPOST.com – Erupsi Gunung Agung tidak hanya berdampak terhadap warga di lereng gunung, tetapi juga wilayah non KRB (Kawasan Rawan Bencana). Seperti yang dialami para pekerja di sektor pariwisata.

Sebanyak 3.500 pekerja pariwisata di Karangasem, kini waswas, lantaran pariwisata semakin lesu. Menghadapi situasi ini, para pekerja di sektor pariwisata rencana akan difasilitasi bekerja ke kapal pesiar oleh Dinas Tenaga Kerja Provinsi Bali.

Menurut Kepala Disnakertrans Karangasem I Nyoman Suadnya, sekarang tidak ada tamu. Pariwisata sepi. Banyak tenaga kerja pariwisata sementara dirumahkan.

Melihat situasi ini, pemerintah daerah berharap tidak terjadi pemutusan hubungan kerja. Selain itu, meski karyawan dirumahkan, mereka tetap digaji walaupun tidak full.

Bila situasi terjadi berkepanjangan, salah satu opsi jangka panjangnya adalah memfasilitasi pekerja Karangasem yang terdampak untuk berangkat ke Kapal Pesiar. “Tahun depan Dinas Tenaga Kerja Provinsi sudah menyiapkam kuota 500 orang, bekerja di kapal pesiar dan spa terapis,” tegasnya.

Baca juga:  Ratusan Warga Kesimpar Masih Mengungsi di Posko Rendang

Selain itu, upaya lainnya yang akan ditempuh Disnakertrans Karangasem, adalah memohon kepada Gubernur Bali untuk meminta kuota transmigrasi tahun depan seluruhnya untuk Karangasem. Rencananya, sesuai informasi awal pemerintah pusat, program transmigrasi tahun depan, untuk Bali hanya dijatah 15 kepala keluarga.

Selain program ini, program rutin pelatihan Disnakertrans Karangasem juga akan dipertajam untuk berkontribusi terhadap penanganan bersama dampak erupsi Gunung Agung. Berbagai pelatihan itu akan disinergikan untuk memberdayakan para pengungsi.

Bentuk pelatihan yang sudah digelar tiap tahun ini, seperti pelatihan menjahit, pengelolaan hasil pertanian, hingga kerajinan tangan yang sudah menelorkan banyak hasil di daerah-daerah terpencil. (Bagiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.