air terjun
Objek Wisata Air Terjun Tibumana di Banjar Bangun Lemah Kawan, Desa Apuan, Susut, Bangli di buka kembali pascaterjadinya longsor. (BP/nan)
BANGLI, BALIPOST.com – Objek Wisata Air Terjun Tibumana di Banjar Bangun Lemah Kawan, Desa Apuan, Susut, Bangli yang sebelumnya di tutup sementara akibat longsor, kini sudah dibuka kembali untuk pengunjung. Dibukanya objek wisata yang menawarkan keindahan air terjun dengan ketinggian sekiatar 25 itu, setelah material longsoran sudah dibersihkan warga setempat.

Bendesa Adat Bangun Lemah Kawan, Desa Apuan, Susut Bangli I Ketut Sinah saat dikonfirmasi, Jumat (22/12) mengungkapkan, jika pihaknya bersama warga lainnya sudah membersihkan material longsoran yang terjadi di samping air terjun beberapa hari lalu. Dan kini, objek wisata sudah kembali dibuka untuk para pengunjung.

“Objek wisata sudah kita buka sejak beberapa lalu. Jadi bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke objek wsiata air ternjur Tibumana dipersilakan,” ungkapnya.

Menurut Sinah, pascadibukanya kembali objek wisita tersebut, sudah cukup banyak wisatawan domestik maupun mancanagara yang datang berkunjung. Bahkan, jumlahnya kunjungan mulai normal seperti sebelum ditutup akibat longsor.

Baca juga:  Objek Wisata Karang Sewu Mulai Digerus Abrasi

“Kunjungan yang datang masih di dominasi wisatawan mancanegara. Domesti memang ada hanya jumlahnya beberapa. Kalau dihitung rata-rata jumlah kunjungan wisatawan ke objek wisata air terjun Tibumana mencapai 60-70 orang per harinya. Karena sebelum sempat di tutup jumlah kunjungan juga kisaran sama seperti itu,” katanya.

Dikatakannya, hanya saja sampai saat ini pihaknya belum bisa menarik retribusi menggunakan karcis masuk untuk para pengunjung. Sebab, untuk memunggut memakai karcis, Kata Sinah harus memiliki kekuatan hukum. Sementara, saat ini pihak desa belum mengurus itu. Ditambah lagi belum dibentuknya pokdarwis. Atas kondisi itu, saat ini pihaknya masih menerapkan sistem medana punia bagi para pengunjung yang ingin masuk.

“Wisatawan yang ingin masuk hanya kita hanya minta medana punia atau memberikan sumbangan secara sukarela. Kita tidak pernah mematok sumabangan itu. Berapa yang mereka berikan segitu kita terima. Yang paling penting mereka iklas memberikannya,” Tegas Sinah. (eka prananda/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.