Puluhan wisatawan mancanegara mengantre di Pantai Sanur, Denpasar untuk naik kapal penyeberangan ke Nusa Penida maupun Lembongan. (BP/dok)
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Kepulauan Nusa Penida masih menjadi handalan Kabupaten Klungkung untuk menggaet wisawatan. Namun memasuki musim hujan, kunjungan ke kawasan yang terkenal dengan sebutan the blue paradise island ini turun drastis. Hal tersebut secara otomatis berimbas pada tingkat hunian di penginapan yang melesu.

Salah seorang pengelola pondok wisata, Wayan Sukadana, Kamis (16/11) mengungkapkan kunjungan wisatawan yang demikan berlangsung sejak minggu kedua bulan ini. Tingkat hunian pada penginapan sesuai data booking turun hingga 37 persen dari Oktober lalu. “Sejak musim hujan ini, wisatawan jadi berfikir untuk nyebrang. Kalau kesini, tidak dapat kemana-mana,” terangnya.

Kondisi tersebut, sambung pria yang juga sebagai Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Retoran Indonesia (PHRI) Klungkung ini juga karena sudah memasuki low season. Wisatawan yang datang hanya lebih banyak domestik. Sementara itu, disinggung dampak peningkatan aktivitas Gunung Agung, diinyatakan sangat sedikit. “Kunjungan ramai pada Juli sampai Oktober. Saat itu musim juga tergolong baik. Kalau Dampak Gunung Agung, tidak begitu,” ucapnya.

Tak dipungkiri, untuk menarik wisatawan berkunjung, sejumlah pemilik akomodasi wisata memilih untuk menurunkan tarif. Namun langkah itu dinilai kurang tepat lantaran akan berpotensi menimbulkan persaingan tidak sehat kedepannya.

Baca juga:  Penumpang Nusa Penida-Padang Bai Diminta Naik Boat, Ini Alasannya

Menurutnya, situasi seperti ini seharusnya dimanfaatkan untuk memaksimalkan promosi, salah satunya melalui event Nusa Penida Festival yang akan berlangsung pada 6 sampai 9 Desember mendatang. “Jangan buru-buru menurunkan tarif,” ucap pria asal Desa Suana, Nusa Penida ini.

Ditambahkan dia, saat ini penginapan yang dihuni wisatawan lebih banyak yang memiliki jaringan dengan trevel agent maupun koneksi dengan objek wisata di lokasi lain, salah satunya Ubud, Gianyar. “Biasanya yang berkunjung saat ini sudah mencari service paket. Setelah dii Ubud, langsung ke Nusa Penida,” tandasnya.

Sementara itu, khusus dampak pelaksanaan festival Nusa Penida, dinyatakan baru dirasakan setelah beberapa bulan kemudian. “Kalau dampak langsungnya saat pelaksanaan tidak begitu dirasakan. Tetapi dari event ini kita bisa mengambil potensi-potensi yang bisa dipromosikan. Bisa diunggah ke website. Ini untuk menarik kunjungan wisatawan pada musm selanjutnya,” tandasnya. (sosiawan/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.