Disdukcapil
Disdukcapil Denpasar melakukan perekaman E-KTP ke banjar-banjar. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar melaksanakan jemput bola ke banjar-banjar untuk melakukan perekaman E-KTP. Jemput bola terutama untuk masyarakat dalam kondisi sakit dan lansia yang kondisinya tidak bisa datang ke kantor catatan sipil.

Minggu (22/10), Disdukcapil Kota Denpasar melaksanakan perekaman E-KTP di Banjar Sedana Merta Ubung, Denpasar Utara. Menurut Kadisdukcapil Kota Denpasar Made Maja Winaya, pelaksanaan perekaman E-KTP secara jemput bola di Denpasar ini guna mempercepat proses percepatan pencatatan dan pendataan kependudukan masyarakat Kota Denpasar, serta mendukung program yang di canangkan oleh pemerintah pusat.

Dimana di Kota Denpasar untuk tahun 2017 ini sudah menyiapkan blangko sebanyak 35.000 blangko yang dipersiapkan secara bertahap. “Mengingat bahwa untuk penerbitan E-KTP harus meluli proses perekaman, dan untuk mempercepat perekaman bagi semua penduduk Kota Denpasar, diharapkan kesadaran masyarakat juga ikut berpartisipasi dalam perekaman E-KTP, dikarenakan itu merupakan syarat utama yang harus dilaksanakan sesuai dengan peraturan pemerintah pusat, terkait semua blangko dan kelengkapannya di siapkan oleh pemerintah pusat”, ungkapnya.

Baca juga:  Hasil Sementara, Polisi Sebut Ada Kebakaran di Gubuk

Lebih lanjut dikatakan, sampai saat ini dari seluruh jumlah penduduk yang wajib KTP yakni sebanyak 492.765 jiwa penduduk, baru 91 persen yang telah melakukan perekaman dan sebanyak 9,6 persen lagi atau 47.225 jiwa penduduk Denpasar yang belum melakukan perekaman E-KTP.  “Kami berharap semua masyarakat memanfaatkan pelayanan jemput bola yang telah dilaksanakan Dinas Capil Kota Denpasar,” harapnya.

Disdukcapil Kota Denpasar juga akan terus mensosisialisasikan Kartu Indentitas Anak (KIA) agar semua orang tua mengetahui pentingnya KIA untuk anak-anaknya, yang mana Disdukcapil akan bekerjasama dengan Disdikpora Kota Denpasar dengan mensosialisasikanya terlebih dahulu ke sekolah-sekolah yang ada di Denpasar.

Salah satu warga kelurahan ubung Aristia Dewi (35), mengatakan sangat terbantu sekali dengan program jemput bola ini karena kesibukannya sebagai pegawai swasta. (asmara/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.