Petani di Pancasari, Buleleng, sedang menyiram tanaman strawberry. (BP/dok)
SINGARAJA, BALIPOST.com – Tahun 2018 mendatang anggaran untuk Dinas Pertanian (Distan) naik hingga 82,91 persen dari anggaran tahun ini. Penyiapan anggaran ini karena pemerintah daerah menjalankan kebijakan yang fokus untuk menangani sektor pertanian dalam arti luas.

Salah satu kebijakan tersebut adalah penyiapan eksavator mini di sembilan kecamatan. Untuk tahap awal, pemerintah membeli tiga unit eksavator saja yang akan ditempatkan di Buleleng timur, tengah, dan Buleleng barat.

Sesuai pengantar nota keuangan rancangan APBD Induk Tahun 2018 yang dibacakan Bupati Putu Agus Suradnyana dalam sidang paripurna di DPRD Buleleng, Dinas Pertanian dialokasikan anggaran sebesar Rp 23,881 miliar lebih. Alokasi anggaran ini naik sebesar Rp 10,825 miliar lebih (82,91 persen) dari anggaran yang sama di tahun ini Rp 13,056 miliar lebih.

Kenaikan anggaran di Distan tergolong paling tinggi dibandingkan anggaran yang diterima Organsiasi Perangkat Daerah (OPD) lain. Bahkan, beberapa OPD alokasi anggarannya justru turun dibandingkan dengan anggaran yang diterima tahun ini.

Seperti di Dinas Kebudayaan (Disbud) dalam rancangan APBD Induk 2018 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 11,392 miliar lebih. Sementara tahun ini Disbud yang sekarang “digawangi” Putu Tastra Wijaya, M.M. ini menerima dana sebesar Rp 17,642 miliar lebih, sehingga terjadi penurunan anggaran sebesar Rp 6,250 miliar lebih atau 35,42 persen.

Baca juga:  Di Pupuan Ditemukan Sapi Positif Rabies

Anggota Badan Anggaran (Banggar) yang juga Ketua Komisi II DPRD Buleleng Putu Mangku Budiasa mengatakan, proporsi anggaran ini sifatnya masih rancangan dan akan dibahas lebih mendetail antara Banggar dengan Tim Anggaran Pemerintah (TAPD). Itu artinya, rancangan yang disampaikan ini masih berpeluang akan terjadi perubahan, sehingga nantinya disetujui menjadi APBD Induk 2018. “Saya kira ada yang naik dan turun itu wajar saja dan ini masih rancangan dan masih ada pembahasan untuk merubah komposisi anggarannya,” katanya.

Terkait alokasi anggaran di Dinas Pertanian yang naik tajam, mantan Perbekel Desa Selat, Kecamatan Sukasada ini menilai, Bupati berkomitmen untuk merealiasikan janji kampanye pada pilkada lalu yang fokus menggarap pertanian dan mengatasi persoalan yang terjadi. Dia pun mengapresiasi salah satu rencana realsiasi janji fokus di sektor pertanian dengan membeli eksavator mini.

Program ini diakuinya tepat karena selain membantu kelompok subak dalam mengolah limbah menjadi kompos, alat itu juga difungsikan menangani kalau sewaktu-waktu akan terjadi bencana alam. “Untuk di pertanian saya kira pemerintah memang ingin merealisasikan janjinya, dan ini kita dorong terus. Mudah-mudahan dana yang mumpuni itu bisa merealisasikan program yang dijalankan dalam mengatasi permasalahan pertanian di daerah kita,” jelasnya. (Mudiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.