pelabuhan gunaksa
Senderan dan bangunan padmasana Pelabuhan Gunaksa, Kecamatan Dawan tergerus air Tukad Unda dan ombak. Hal ini juga kengakibatkan akses terputus. (BP/sos)
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Kondisi Pelabuhan Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung kian memprihatinkan. Senderan dan bangunan padmasananya tergerus air Tukad Unda yang mengalir deras. Kini diperparah dengan hantaman ombak yang cukup kuat. Tak hanya itu, jalan satunya-satunya yang menjadi akses kendaraan juga masih terputus.

Berdasarkan pantauan, Minggu (8/10), senderan yang jebol berada disisi timur. Demikian pula dengan bangunan Padmasana. Sejumlah palinggih yang sebelumnya berdiri tegak juga amblas. Terjangan air Tukad Unda ditambah hantaman ombak juga mengakibatkan tiang listrik tumbang dan memutus daratan yang sebelumnya menyatu dengan pelabuhan. Hal ini secara otomatis mengakibatkan tak ada lagi jalur untuk melintas.

Kabid Pelayaran Dinas Perhubungan Klungkung, IGN Suarba seizin Kadis I Nyoman Sucitra membenarkan kondisi pelabuhan yang demikian. Dijelaskan, itu memang dikarenakan tergerus air Tukad Unda yang mengalir deras saat hujan dua hari belakangan. “Kami sudah sempat turun. Sudah ambil fotonya juga. Memang senderan dan palinggih sudah tergerus,” jelasnya.

Khusus untuk jalan yang terputus, disampaikan sekitar tiga bulan lalu sudah sempat diperbaiki untuk akses alat berat. Namun sayang, itu tak bertahan lama. Jalan kembali tergerus dan hingga kini belum tersambung. “Jalannya sudah putus lagi. Sekarang tidak ada akses kesana (pelabuhan-red). Kalau harus berjalan turun, tidak berani. Air masih besar,” sebutnya.

Baca juga:  Mandi di Sungai Yeh Pandan, Pelajar Tenggelam

Penanganan persoalan itu tak bisa dilakukan pemkab. Namun langsung oleh pemerintah pusat melalui kementerian terkait selaku pemilik kewenangan pengelolaan dan pemeliharaan. “Karena tak ada kewenangan, kami di daerah hanya bisa melaporkan kondisinya. Besok (hari ini-red) berita acaranya akan dibuat. Ini dilaporkan ke bupati. Setelah itu berlanjut ke pusat,” tandasnya.

Pelabuhan yang pembangunannya sudah menelan anggaran sekitar Rp 230 miliar ini juga berpotensi diterjang lahar dingin jika Gunung Agung erupsi karena lokasinya berada di ujung Tukad Unda yang menurut history 1963 silam menjadi tempat aliran. Langkah antisipasi kerusakan pun segera dikoordinasikan dengan pemerintah pusat. “Ini akan kami sampaikan,” pungkas Suarba. (sosiawan/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.