
BANGLI, BALIPOST.com – Kerusakan jalan yang menghubungkan Banjar Penatahan dan Banjar Juwuk Bali di Desa Susut semakin parah. Jalan yang sebelumnya hanya jebol sebagian, kini putus total. Seluruh aspal ambrol ke jurang.
Pantauan di lokasi, Senin (12/1) siang seluruh badan jalan telah hilang. Yang masih tersisa hanyalah jalan tanah sempit di sisi selatan pagar pengaman (guardrail) yang berbahaya untuk dilalui.
Kepala Dusun Juwuk Bali Wayan Yudiana dikonfirmasi, membenarkan bahwa kerusakan jalan tersebut bertambah parah setelah diguyur hujan Minggu (11/1).
Bahkan, dia mengatakan bahwa jalan tanah sempit yang ada di sisi selatan guardrail sudah amblas Senin sore. “Sebelumnya warga masih bisa lewat jalan kaki di pinggiran itu. Sekarang sudah tidak bisa dilalui sama sekali,”ungkapnya.
Rusaknya jalan penghubung dua Banjar tersebut selama ini berdampak terhadap aktifitas harian masyarakat di kedua Banjar. Yudana mengatakan, warga harus memutar jauh melewati jalan alternatif salah satunya ke wilayah Sala, Desa Abuan.
“Dampaknya terutama pada anak-anak yang sekolah ke SD 3 Penatahan. Demikian juga warga Penatahan yang sawahnya ada di Juwuk Bali jadi harus memutar lebih jauh,” ujarnya.
Pihaknya sangat berharap jalan yang kini putus total tersebut bisa segera mendapat penanganan dari pemerintah. “Harapan kami bisa segera ditangani,” harapnya.
Sebagaimana yang diketahui jalan penghubung dua Banjar tersebut jebol sejak Desember lalu. Kepala Dinas PUPRPerkim Kabupaten Bangli, Dewa Agung Suryadarma diwawancara belum lama ini memastikan perbaikan jalan tersebut bakal ditangani segera pada awal tahun 2026. Penanganan akan dilakukan menggunakan dana Belanja Tak Terduga (BTT).
“Kami sudah koordinasi dengan bapak bupati dan Bapeda, karena kerusakan itu dampak bencana kami akan garap dengan dana BTT. Mudah-mudahan awal tahun nanti kami sudah bisa proses penangannya,” kata Suryadarma, Senin (22/12) lalu .
Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan jalan tersebut telah ditutup bagi kendaraan. Suryadarma pun mengimbau kepada masyarakat untuk mematuhi penutupan jalan demi keselamatan bersama. Warga dari barat lokasi jalan jebol yang hendak menuju Bangli disarankan menggunakan jalur alternatif melalui Demulih atau Sulahan. (Dayu Swasrina/balipost)










