Proses pengerjaan proyek Underpass Tugu Ngurah Rai mulai dikerjakan. (BP/edi)
MANGUPURA, BALIPOST.com – Pelaksanaan proyek underpass tugu Ngurah Rai, di Tuban, Badung Selatan, menjadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) setempat. Pasalnya proyek itu ada di kawasan pariwisata sehingga ada hal yang harus dipatuhi.

Salah satunya, DLHK meminta kawasan proyek pemecah kemacetan ini steril dari rumah tidak permanen alias bedeng. Kepala DLHK Badung, Putu Eka Merthawan, meminta para pekerja proyek disewakan tempat khusus, di luar lokasi proyek tersebut, sehingga tidak menimbulkan kesan kumuh. Terlebih, simpang Tugu Ngurah Rai merupakan akses menuju bandara dan Nusa Dua yang dilalui oleh wisatawan.

“Saya minta nanti tidak ada bedeng disana (lokasi proyek –red). Harus bersih, jangan sampai nanti ada baju-baju yang dijemur di pinggiran lokasi proyek,” ujar Eka Merthawan, Kamis (5/10).

Mantan Camat Kuta Selatan menyarakan mencarikan tempat khusus untuk pekerja proyek yang nantinya akan menggarap proyek terseut. “Kalau bisa dicarikan kos-kosan, sehingga tidak ada di lokasi membuat penginapan,” sarannya.

Baca juga:  DLHK Badung Buat Pilot Project Pengolahan Sampah

Terkait ratusan pohon mangrove yang terdampak proyek yang ditargetkan rampung September 2018 mendatang, Eka Merthawan berharap, diganti rugi empat kali lipat dari tanaman mangrove yang terdapak.

Seperti diketahui, proyek yang digarap PT Adhi Karya dan GO Mulia dengan konsultan perencana PT Guna Wira Tani akan membabat ratusan pohon mangrove yang ada di seputaran Tugu Ngurah Rai. Menurut pendataan pihak Tahura Ngurah Rai sedikitnya akan ada 758 batang pohon mangrove yang kena imbas proyek terebut.

“Kalau bisa tanaman mangrove yang terkena dampak diganti, dan bila perlu empat kali lipat dari yang terkena dampat. Lokasi penggantinya juga jangan diluar Badung, kalau bisa masih di wilayah Badung, seperti Tuban,” jelasnya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.