Pemkab Klungkung menggelar acara mebad untuk membangkitkan menyama braya serangkaian piodalan di Pura Jagatnatha. (BP/ist)
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Piodalan di Pura Jagatnatha Klungkung berlangsung pada Purnama Kapat, Kamis (5/10). Menghadapi upacara yang berlangsung setahun sekali ini, pemkab telah melakukan persiapan, salah satunya mebat di Wantilan Pura Jagatnatha, Rabu (4/10).

Acara ini dihadiri Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, Wakil Bupati Klungkung Made Kasta serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Klungkung, I Nyoman Mudarta menyampaikan kegiatan mebat ini diikuti sekaa truna kelurahan di Kota Semarapura. Tujuannya, untuk melestarikan tradisi adat dan budaya, membangkitkan rasa menyama braya maupun menumbuhkan rasa untuk memiliki Pura Jagatnatha.

“Pura Jagatnatha ini milik kita semua terutama semua masyarakat Kabupaten Klungkung. Mari kita bersama-sama harus mempunyai rasa memiliki, sehingga nantinya akan tercipta rasa menyama braya dan paiketan pasemetonan yang baik,” tegasnya.

Selain sekaa truna, sikap manyama braya juga diharapkan tumbuh antar-OPD di lingkungkan Pemkab Klungkung. “Pelestarian adat dan budaya, membangkitakan rasa menyama braya dan mempererat paiketan persodaraan antara Sekaa Teruna maupun jajaran OPD di Pemkab Klungkung harus selalu dijaga dengan baik,” harapnya.

Baca juga:  Penataan Pantai Goa Lawah, Dirancang Jadi Objek Wisata

Sementara itu, Bupati I Nyoman Suwirta mengatakan melalui acara ini, kehidupan masyarakat, terutama generasi muda bisa semakin harmonis. Demikian juga dengan kepedulian antarsesama bisa tumbuh. “Ini tak hanya untuk melestarikan kebudayaan. Tapi yang lebih penting untuk memunculkan sikap salinh memiliki. Untuk mewujudkan keharmonisan,” tegasnya.

Rasa kebersamaan diharapkan tak hanya tumbuh saat ini. Namun juga secara berkelanjutan. Lokusnya pun tak hanya pada upacara agama, tetapi juga pada pembangunan daerah. “Menyukseskan pembangunan daerah juga harus saling mendukung. Perlu kebersamaan,” imbuhnya.

Selain mebat, sekaa truna perempuan juga terlibat dalam menyiapkan sarana upacara dan membersihkan lingkungan pura. Di penghujung persiapan, ditutup dengan acara megibung. (adv/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.