Pengungsi di Bangli. (BP/dok)
BANGLI, BALIPOST.com – Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Gunung Agung di Bangli akan segera melakukan pendataan ulang terhadap para pengungsi di Bangli. Rencananya pengungsi yang berasal dari desa-desa di luar kawasan rawan bencana (KRB) 12 kilometer akan dipulangkan ke rumah mereka masing-masing.

Untuk memulangkan pengungsi tersebut, Pos Komando Penanganan Darurat di Bangli sudah menyiapkan 33 truk. Komandan Pos Komando Penanganan Keadaan Darurat Bencana Gunung Agung di Bangli, Letkol Inf. Susanto Lastua Manurung saat jumpa pers, Sabtu (30/9), mengatakan pendataan ulang terhadap pengungsi di Bangli dilakukan sebagai tindaklanjut dari perintah Gubernur Bali saat rapat koordinasi dan evaluasi di Tanah Ampo, Jumat (29/9).

Atas dasar itulah setiap kabupaten kini diperintahkan untuk mendata ulang pengungsi. Susanto mengatakan, sesuai data yang ditetapkan, warga Karangasem yang dianggap pengungsi hanya warga yang berasal dari 27 desa di KRB. Sementara pengungsi yang berasal dari luar 27 tersebut kini dihimbau untuk kembali ke rumah masing-masing.

Lanjut dikatakan Letkol Susanto, untuk mengetahui berapa jumlah pasti pengungsi di Bangli yang berasal dari luar 27 pihaknya pun kini akan melakukan pendataan ulang hingga sepekan ke depan. Pihaknya juga akan memberikan kartu identitas kepada setiap kepala keluarga (KK) pengungsi yang ditandatangani perbekel. “Kartu identitas itu nanti akan berisi nama, desa asal dan daftar anggota keluarga yang diajak mengungsi. Jadi semua pengungsi nanti harus punya itu,” terangnya.

Baca juga:  Lempengan dalam Perut Gunung Agung Menipis, Indikasi Letusan Makin Tinggi

Sementara itu untuk memulangkan pengungsi yang berasal dari luar 27 desa tersebut ke rumah asalnya di Karangasem, Letkol Susanto mengatakan pihaknya sudah menyiapkan 33 unit kendaraan truk. “Untuk saat ini pengungsi di Bangli totalnya sebanyak 11.799 orng yang tersebar di 56 titik pengungsian. Nanti setelah dipulangkan tentunya akan terjadi pengurangan jumlah pengungsi,” katanya.

Letkol Susanto juga memaparkan rencananya pengungsi akan difokuskan di lima titik pengungsian. Lima titik pengungsian yang akan disiapkannya itu diantaranya di Gedung SD/TK Internasional di Kelurahan Kubu, gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Kayuambua, Wantilan Kembang Merta di Desa Penglumbaran, Wantilan di Desa Tamanbali dan eks gudang jahe gajah di Desa Tiga Susut.

Fokus pengungsi dilakukan untuk memudahkan penyaluran bantuan logistik. “Mengingat bencana Gunung Agung ini tidak bisa dipastikan akan berlangsung berapa lama, untuk pemberian bantuan logistiknya ritmenya perlu diatur. Jangan sampai jor-joran di depan tapi dibelakangnya justru tidak ada bantuan,” imbuhnya. (Dayu Swasrina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.