Sejumlah pengungsi di Tabanan menghabiskan waktu dengan membaca buku di perpustakaan keliling. (BP/dok)
TABANAN, BALIPOST.com – Langkah Pemkab Tabanan yang menjadwalkan kunjungan mobil perpusatakaan keliling ke posko pengungsian ternyata menarik minat anak-anak yang ada di lokasi itu. Anak-anak pengungsian langsung menyerbu mobil perpustakaan untuk membaca. Tidak hanya anak-anak, orang dewasa pun mengisi waktu luangnya dengan membaca.

Kepala Dinas Perpustakaan Tabanan, I Wayan Kotio, Kamis (28/9), mengatakan pihaknya sengaja menjadwalkan mobil perpustakaan keliling untuk stand by di posko-posko penampungan yang ada di Tabanan. Tujuannya agar anak-anak bisa mengisi waktunya dengan kegiatan positif selama di pengungsian. “Jadi stand by nya dari pagi. Tetapi juga bisa lebih siang sambil menunggu mereka pulang sekolah. Terkadang kami inapkan jika poskonya jauh seperti di Baturiti,” ujar Kotio.

Baca juga:  Dirancang, Rp 1 M untuk Tangani Bencana di Tabanan

Sayangnya keberadaan mobil perpustakaan keliling yang dimiliki Tabanan hanya satu unit sehingga hanya bisa ada di satu posko setiap harinya. Karena hanya satu, jadwal rutin kunjungan juga tidak bisa dipenuhi seperti biasa. “Biasanya memang ada jadwal harian seperti mengunjungi sekolah. Tapi untuk saat ini difokuskan ke posko pengungsian. Bergantian karena mobilnya hanya ada satu,” jelas Kotio.

Mengenai koleksi buku yang disediakan cukup lengkap. Bermacam-macam buku mulai bacaan anak-anak, sastra hingga keagamaan ada dalam mobil perpustakaan keliling. Sehingga selain anak-anak, orang dewasapun bisa menghabiskan waktu dengan membaca buku yang disediakan mobil perpustakaan keliling ini. (Wira Sanjiwani/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.