APBN
Puncak Gunung Agung yang terlihat dari pos pemantau di Rendang, Karangasem, Minggu (24/9). (BP/eka)
BANGLI, BALIPOST.com – Menyusul telah ditetapkannya status Gunung Agung ke level awas per Jumat (22/9) lalu, Pemerintah Kabupaten Bangli menghimbau seluruh penduduk di lima desa yang masuk dalam kawasan rawan bencana (KRB) I Gunung Agung untuk segera mengungsi.

Adapun lima desa yang harus dikosongkan tersebut berada di dua kecamatan yakni Desa Suter, Desa Abang Batudinding, Desa Abang Songan di Kecamatan Kintamani serta Desa Peninjoan dan Desa Bangbang di Kecamatan Tembuku. “Lima desa yang masuk KRB I Gunung Agung itu secepatnya harus dikosongkan,” kata Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Minggu (24/9).

Dijelaskan Sedana Arta untuk segera mengosongkan lima desa yang masuk KRB 1 pihaknya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan turun ke desa-desa tersebut. Pihaknya juga akan mengeluarkan surat edaran terkait KRB 1. “Sebenarnya kita sudah lakukan himbauan sejak kemarin (Sabtu-red). Tapi dalam bentuk nyatanya sore hari ini BPBD akan turun ke desa-desa untuk menyosialisasikan hal itu,” terangnya.

Untuk mengosongkan lima desa yang masuk KRB 1 itu, Sedana Arta meyakini tidak mudah. Akan ada banyak kendala yang dihadapi untuk bisa mengajak penduduk agar mau mengungsi ke tempat yang lebih aman. “Kita akan upayakan menyadarkan masyarakat secara bersama-sama untuk mau mengungsi terlepas dari persoalan yang ada, mau ternaknya atau yang lainnya. Penyelamatan jiwa adalah yang utama,” katanya.

Baca juga:  Agar #EnjoyBali, Menpar Arief Minta Industri Siapkan Diskon Khusus Akomodasi

Sementara itu, mengenai tempat-tempat mana saja yang akan disiapkan untuk menampung pengungsi, disebutkan Sedana Arta ada di empat titik yakni gedung SKB di Kayuambua, Susut, GOR di Desa Tamanbali, GOR Kintamani dan Gedung TK Internasional di Kelurahan Kubu serta Pasar Yangapi di Tembuku. Selain disiapkan untuk menampung pengungsi dari desa yang masuk KRB 1, empat titik itu juga disiapkan untuk menampung pengungsi asal Karangasem yang saat ini masih menyebar di sejumlah balai desa dan rumah-rumah penduduk di Kabupaten Bangli.

Adanya rencana menempatkan/memfokuskan pengungsi ke dalam empat titik tersebut dilakukan untuk memudahkan pemantauan dan pemberian bantuan. “Dengan kondisi seperti ini, kita juga secepatnya akan memutuskan status kedaruratan ini menjadi status siaga darurat, yang pada akhirnya juga akan kita bentuk satuan tugas komando yang dikomandoi Dandim. Dengan adanya langkah itu, tentunya ruang lingkup dan kerja akan jelas secara komandonya, dan bantuan-bantuan pun akan lebih jelas terdata,” jelasnya. (dayu rina/balipost)

1 KOMENTAR

  1. Paknibu yang terhormat para petinggi kabupaten bangli… Saya kerja di luar negeri merantau dan saya meninggalkan keluarga di rumah.. Tolong scepatnya di adakan pengungsian dan . Tiang minta tolong mreka semua pasti punya bunatang peliharaan spt sapi. Babi. Kucing. Anjing. Burung dsg. Mungkin slah satu maslah itu yang mebuat mrek aenggal meninggalkan rumah.. Karena itu merupakan harta kami satu satunya… Coabk balik sekarang posisinya anda jadi kami dan kami jadi anda… Mohon di tidak lanjuti.. Kami sebagai warga negara juga punya andil besar spt bayar pajk, listrik dan air… Sekarang kami minta tolong binatangvpeliharaan kami juga jangan di abaikan.. Salm dari say..

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.