Kepala BPBD Jembrana, Ketut Eko Susila Artha Permana. (BP/kmb)
NEGARA, BALIPOST.com – Adanya peningkatan status Gunung Agung di kabupaten Karangasem, dari level I (normal) ke level II (waspada) juga disikapi serius Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana. Bahkan jauh- jauh hari, BPBD Jembrana menyebarkan himbuan keselamatan kepara Perbekel/Lurah se-Jembrana.

Himbauan keselamatan tersebut tertanggal 15 September 2017 dan sekaligus meneruskan informasi Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Geologi melalui Kepala Pelaksana Badan Penangulangan Bencana Daerah Provinsi Bali. Informasi ini bahkan paling pertama direspon BPBD Jembrana, yang berada paling ujung barat dari radius Gunung Agung, yang pernah meletus tahun 1963 silam.

Bahkan BPBD Jembrana informasinya sudah menyiapkan logistik 800-an masker atau bisa mencapai ribuan masker jika bencana terjadi.

Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Jembrana Ketut Eko Susila Artha Permana, Senin (18/9) dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah melayangkan surat edaran berupa himbuan keselamatan terkait peningkatan status Gunung Agung, dari normal ke waspada. Menurutnya pihaknya sudah bersurat ke perbekel dan lurah, untuk diteruskan dan disampaikan ke masyarakat.

Baca juga:  Terus Bertambah, Pengungsi di Bangli yang Pulang

Eko Susilo menambahkan hal ini dilakukan agar masyarakat dapat mengantisipasi dampak buruk peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Agung, salah satunya dengan menyiapkan masker. “Dampak debu cukup mengganggu jadi harus diantisipasi. Karena meski paling ujung barat dampaknya pasti ada,” kata Eko Mantan Camat Pekutatan.

Dijelaskan himbuan keselamatan ini, juga meneruskan informasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Geologi melalui Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Propinsi Bali. Selain kepada perbekel di 41 desa dan 10 lurah, himbauan juga ditembuskan kepada para pejabat. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.