Petugas melakukan vaksinasi rabies. (BP/dok)
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Vaksinasi anjing melalui program massal di Kabupaten Klungkung yang bergulir sejak April hingga Juli telah mencapai target. Meski demikian, masih ada ribuan ekor yang belum terjamah.

Ribuan ekor anjing yang belum tervaksinasi ini diduga karena pemeliharaan yang diliarkan. Supaya tak terus berlanjut, vaksinasi lanjutan pun digulirkan.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Klungkung, Ida Bagus Juanida, Selasa (1/8) berdasarkan data terakhir, populasi anjing di bumi serombotan mencapai 14.475 ekor yang tersebar di empat kecamatan. Dari jumlah itu, 13.274 ekor ditargetkan mendapat vaksinasi massal sebagai upaya untuk antisipasi rabies.

Sejak bergulir dari awal April hingga akhir Juli, yang berhasil tersasar mencapai 11.619 ekor, atau sekitar 87 persen. Masih ada 1.355 yang tercecer. “Memang ada yang belum tervaksin. Tapi kalau melihat capaian, itu sudah lampaui target,” jelasnya.

Anjing yang belum tervaksin tersebar merata di seluruh kecamatan. Petugas kesulitan menjangkau karena pemeliharaannya diliarkan. Hal ini pun menjadi kendala rutin setiap pelaksanaan vaksinasi. “Anjing diliarkan masih jadi kendala. Sebelum pelaksanaan, kami sudah sosialisasikan,” jelasnya.

Baca juga:  4 Kecamatan di Buleleng Masuk Zona Merah Rabies

Birokrat yang juga dokter hewan ini menyebutkan meski program massal secara jadwal sudah berakhir, namun pihaknya tetap melakukan penyisiran ke desa-desa. Hal ini pun tak hanya melibatkan petugas kabupaten, tetapi juga dibantu A-Team dari provinsi.

Sasarannya diutamakan desa yang populasi anjingnya terbanyak belum tervaksin sebelumnya. “Kami tetap lakukan penyisiran sampai akhir tahun. Untuk sasarannya, akan dilakukan pemetaan dulu desa mana yang anjingnya belum tersentuh (vaksinasi-red) terbanyak,” terangnya.

Sebagai upaya percepatan dan mengantisipasi munculnya rabies, masyarakat juga diiharapkan proaktif memaksin anjingnya dengan datang langsung ke Dinas Pertanian. “Kami sangat berharap masyarakat proaktif memaksin anjingnya. Bisa bawa langsung ke dinas. Itu gratis,” tandasnya. (Sosiawan/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.