Wisatawan mengunjungi Desa Wisata Penglipuran, Bangli saat hujan. (BP/dok)
DENPASAR, BALIPOST.com – Hingga pertengahan Juli 2017 ini, Bali masih berpotensi hujan ringan-sedang. Kondisi ini, kata Kepala BMKG Wilayah III Denpasar, Drs. M. Taufik Gunawan, Dipl., SEIS., disebabkan suhu muka laut di perairan Bali dan sekitarnya masih dalam kondisi hangat daripada rata-ratanya (berkisar antara 27 – 28 C), sehingga memberikan kontribusi bagi pertumbuhan awan-awan hujan di sekitar Bali.

Ia menjelaskan dari analisa pemodelan cuaca, kondisi cuaca wilayah Bali umumnya masih berpotensi hujan dengan kapasitas hujan ringan hingga sedang pada pagi – sore hari di Bali bagian Selatan, Tengah, Timur dan Barat. Sedangkan, angin bertiup dari arah Tenggara – Selatan dengan kecepatan 8-38 km/jam.

Tinggi gelombang laut di perairan Utara Bali berkisar 0.25-1.0 meter dan perairan Selatan Bali berkisar 0.5-3.0 meter. Sementara, perairan Selat Bali berkisar 0.5-2.5 meter dan perairan Selat Lombok berkisar 0.5-2.5 meter.

Baca juga:  Bupati dan Kajari Pemekasan Tersangka Korupsi Dana Desa

Kelembaban udara yang lembab dari lapisan permukaan hingga lapisan 700 mb juga mendukung pertumbuhan awan di atas wilayah Bali. Selain itu, adanya perubahan arah dan kecepatan angin di perairan sekitar Bali juga dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan disekitarnya.

Melihat situasi dan kondisi cuaca seperti itu, pihaknya menghimbau kepada masyarakat nelayan dan pelaku wisata bahari memperhatikan tinggi gelombang laut yang mencapai 2 meter atau lebih di sekitar perairan Selatan Bali. Selain itu, potensi angin kencang pada masa transisi/peralihan musim hujan ke musim kemarau juga harus diwaspadai oleh masyarakat Bali. “Masyarakat juga harus selalu memperhatikan informasi BMKG khususnya peringatan cuaca dini/iklim ekstrem,” ujarnya. (Winatha/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.