GIANYAR, BALIPOST.com – Rafting di Sungai Ayung kembali memakan korban, Sabtu (8/7). Kali ini seorang perempuan berkebangsaan Tiongkok bernama Wang Yumai (25) tewas saat rafting.

Lokasi kejadian naas ini di Sungai Ayung, Banjar Begawan, Desa Melinggih Kelod, Payangan. Saat kejadian Sungai Ayung memang meluap dengan arus yang cukup deras.

Menurut keterangan I Wayan Purnayasa dan Kadek Karyasa yang sama-sama bekerja sebagai guide di Tukad Rafting. Pada Sabtu siang sekitar pukul 13.30 wita, mereka mendapat giliran mengantar tamu berjumlah 13 orang. Setelah sampai di Sungai Ayung rombongan tamu menaiki 2 perahu.

Perahu pertama berjumlah 6 orang yang dipandu oleh saksi I Wayan Purnayasa. Sedangkan perahu yang dipandu Kadek Karyasa dinaiki oleh 7 orang.

Selanjutnya perahu mulai bergerak mengikuti arus sungai ke arah selatan. Nah setelah bergerak kurang lebih selama 10 menit, tepatnya di jeram yang pertama dengan jarak dari start kurang lebih 300 meter, tiba-tiba perahu yang dikomando Wayan Purnayasa terbalik. Tak pelak 6 orang penumpang perahu itu pun tercebur ke sungai.

Kala itu Wayan Purnayasa berupaya membantu para penumpang. Guide asal Sukawati ini pun berhasil menyelamatkan lima orang ke tepian.

Baca juga:  Mekanisme Asuransi Terumbu Karang Jadi Bahasan IMF-WB

Namun naas, korban Wang Yumai tidak berhasil diselamatkan di tengah derasnya arus Sungai Ayung. Setelah dicari beberapa saat, wanita asal Tiongkok itu ditemukan menyangkut di celah celah batu.

Wayan Purnayasa bersama Kadek Karyasa pun berupaya melakukan penyelamatan. Namun karena derasnya arus sungai, dua guide ini kesulitan melakukan evakuasi.

Beberapa lama kemudian korban akhirnya berhasil diangkat ke tepian, tetapi setelah dicek denyut nadinya tidak ada. Wang Yumei pun dipastikan sudah meninggal di tempat.

Kejadian ini lantas dilaporkan ke Polsek Payangan, jasad korban baru bisa dievakuasi ke UPT Puskesmas Payangan pada Sabtu sekitar pukul 17.00 wita. Jasad korban rencananya dibawa ke RSUP Sanglah.

Kapolsek Payangan AKP Gde Endrawan membenarkan adanya kejadian tersebut. Berdasarkan pemeriksaan diketahui saat kejadian arus Sungai Ayung memang cukup deras, akibat hujan yang berlangsung sejak Jumat malam. “Keterangan saksi saat kejadian arus memang cukup deras, namun tetap diterobos oleh rombongan korban, hingga terjadi insiden seperti ini,” katanya. (Manik Astajaya/balipost)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.