subak
Petani sedang menunjukkan tanaman yang rusak akibat hama tikus. (BP/dok)
BANGLI, BALIPOST.com – Hektaran lahan pertanian di Subak Batuaji Desa Jehem, Tembuku diserang hama tikus. Kondisi tersebut mengakibatkan tanaman padi milik petani yang rata-rata berumur sebulan banyak yang rusak dimakan tikus. Dampaknya petani pun kini terancam gagal panen.

Salah seorang petani di subak setempat Dewa Made Banjar saat ditemui Jumat (19/5) mengungkapkan, serangan hama tikus di wilayah Subak Batuaji sudah mulai mengganas sejak tiga minggu terakhir. Hama tikus yang banyak bersarang di dibawah tanah selama ini merusak tanaman padi petani dengan cara menggigit batang padi hingga patah.

Banyaknya hama tikus di Subak Batuaji, menurut Dewa Banjar terjadi sejak adanya pergantian jenis tanaman dari padi ke jagung yang sempat dilakukan petani saat proyek pembuatan terowongan irigasi di subak setempat berlangsung. Dimana selama proyek itu berjalan, pasokan air ke lahan pertanian sempat terhenti beberapa bulan.

Oleh petani, lahan pertanian mereka yang semula ditanami padi kemudian ditanami jagung. Sejak terjadinya pergantian jenis tanaman ini, populasi tikus yang ada di subak Batuaji kian bertambah banyak dan serangannya semakin ganas.

Dia menyebutkan, dari total 12 are tanaman padi miliknya, hampir sebagian rusak akibat diserang hama tikus. Untuk mengendalikan serangan hama tersebut, dirinya termasuk petani lainnya telah melakukan sejumlah upaya. Selain menutup sarang tikus dengan lumpur, pihaknya juga sudah melakukan upaya pengendalian dengan menebar racun tikus. “Walaupun sudah diracun, tetap saja tidak membuahkan hasil,” ujarnya.

Baca juga:  Pembangunan Pengolahan Limbah B3, Diminta Kepastian Terjaganya Lahan Pertanian

Akibat rusak diserang hama tikus, dua are tanaman padi miliknya kini terpaksa dibabatnya. Sementara itu, selain Dewa Banjar, petani lainya Dewa Ayu Oka juga mengungkapkan hal yang sama. Dia mengatakan, akibat banyaknya serangan hama tikus di lahan pertanian Subak Batuaji, banyak petani termasuk dirinya mengalami kerugian yang tidak sedikit. “Dulu saat lahan saya tanami jagung, saya sama sekali tidak dapat hasil. Dari 15 are lahan yang saya tanami jagung, semuanya habis dimakan tikus,” ujarnya.

Selain melakukan upaya pengendalian hama dengan cara menebar racun, petani di Subak Batuaji juga sudah sempat menempuh upaya niskala dengan menggelar upacara yadnya. Akan tetapi hingga saat ini hama tikus tetap sulit dikendalikan bahkan kian mengganas. “Kalau begini terus menerus petani tidak akan bisa panen karena habis dimakan tikus,” kata Dewa Ayu Oka. (dayu rina/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.