Ulat bulu menyerang perumahan warga Banyuning Tengah. (BP/mud)
SINGARAJA, BALIPOST.com – Ulat bulu kembali muncul di Buleleng. Ulat bulu ditemukan masuk di kamar rumah warga di Gang Jaya Baya, Lingkungan Banyuning Tengah, Kelurahan Banyuning sebulan terakhir.

Dua jenis ulat bulu yang biasa disebut jenis Ulat Bubuh dan Ulat Sidakep banyak ditemukan masuk ke rumah-rumah penduduk. Paling banyak dua jenis ulat itu ditemukan di sembilan rumah warga.

Sejak kemunculannya, beberapa warga mengalami gatal-gatal hingga kulitnya lebam akibat dihinggapi ulat bulu. Seorang warga Komang Agus Jaya, Jumat (17/3) menuturkan, ulat bulu ditemukan masuk ke ruang kamar rumahnya. Dia membasmi ulat itu membakar dengan api.

Baca juga:  BWS Bali-Penida Mulai Survei Sungai Banyuning
Selain membasmi ulat yang ditemukan di rumahnya, Agus menelusuri asal ulat tersebut. Hasilnya, ulat ditemukan berkembang biak dari lahan milik warga yang tidak dipelihara tak jauh dari rumahnya. “Awalnya tidak tahu darimana datangnya dan setelah perhatikan ulatnya menyebar dari lahan kosong ini. Saat itu saya dan warga lain membakar ulat yang masuk di kamar dan istri juga sudah kena kulit merah dan gatal-gatal,” katanya.

Gotong Royong

Sementara Ketua Lingkungan (Kaling) Banyuning Tengah Ketut Agus Astika membenarkan kalau di wilayahnya menyebar ulat bulu. Dia bersama warga gotong royong merabas semak liar yang menjadi sumber berkembang biak ulat tersebut.

Hanya saja, upaya itu dikhawatirkan tidak maksimal karena cuaca yang tidak menentu bisa saja ulat blu kembali menyebat. “Warga kami sudah merabas semak liar dan karena lahannya tidak dipelihara oleh pemiliknya jadi tetap saja ulat bulu bersarang di dekat pemukiman warga kami,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Buleleng Nyoman Swatantra membenarkan munculnya wabah ukat bulu di Banyuning Tengah. Dia mengatakan, Distan sudah melakukan penyemprotan untuk membasmi ulat bulutersebut. “Kalau muncul lagi nanti kita siapkan obat dan regu pengendali hama akan ditugaskan untuk menyemprot karena di lahan kosong itu ukat berkembang biak dan karena dekat lalu menempel di tembok rumah penduduk,” jelasnya. (Mudiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.