Personel Kodim 1626/Bangli, kepolisian, Disdikpora, bersama masyarakat, Minggu (11/1), melaksanakan gotong royong untuk membersihkan toilet SDN 2 Batur yang ambrol tergerus longsor pada Jumat (9/1) lalu. (BP/istimewa)

BANGLI, BALIPOST.com – Personel Kodim 1626/Bangli, kepolisian, Disdikpora, bersama masyarakat, Minggu (11/1), melaksanakan gotong royong untuk membersihkan bangunan toilet SDN 2 Batur yang ambrol tergerus longsor pada Jumat (9/1) lalu.

Untuk mengantisipasi gerusan tanah susulan agar tidak meluas ke bangunan kelas, lokasi longsor rencananya akan ditutup menggunakan terpal.

Sekretaris Disdikpora Kabupaten Bangli, I Ketut Darmaja menjelaskan, proses evakuasi dan pembersihan dilakukan secara manual. Lantaran bangunan jatuh dalam kondisi utuh, petugas bersama masyarakat harus menghancurkannya menggunakan palu besar agar material bisa dipindahkan.

“Tadi belum tuntas, rencananya akan dilanjutkan kembali besok oleh TNI dan orang tua siswa,” ujar Darmaja usai kegiatan tersebut.

Baca juga:  Bawa Bensin Sambil Merokok, Kamar Ludes Terbakar  

Terkait upaya perbaikan, Darmaja mengatakan, pihak sekolah telah membuat laporan mengenai kerusakan tersebut untuk diajukan resmi ke Disdikpora. Selanjutnya, laporan itu akan diusulkan ke pemerintah daerah untuk mendapat penanganan/perbaikan. “Terkait kebijakannya nanti, apakah menggunakan anggaran perubahan atau bagaimana, itu menunggu arahan pimpinan (bupati),” jelas Darmaja.

Sebagai langkah darurat, lanjut Darmaja, area longsor rencananya akan ditutup terpal untuk mencegah gerusan susulan. Terlebih di dekat lokasi toilet terdapat ruang kelas. Untuk sementara, pihak sekolah meminjam fasilitas toilet ke kantor desa setempat.

Baca juga:  Pabrik Kosmetik Ingin Gunakan Energi Bersih, PLN Hadirkan REC

Sementara itu, Kepala SDN 2 Batur, I Made Armika mengatakan, tiga ruang kelas yang lokasinya berada dekat dengan titik longsor, masih dalam kondisi aman. “Ruang kelas sementara aman dan masih bisa digunakan untuk belajar,” ujarnya.

Dia menyebutkan, total kerugian akibat kejadian itu ditaksir mencapai Rp150 juta. Kerugian mencakup bangunan toilet yang dibangun dengan DAK 2018 senilai Rp116 juta dan senderan sepanjang 15 meter.

“Rencana besok baru kita akan kirim laporan resmi ke dinas. Terkait tindak lanjut perbaikan belum ada kepastian, tapi kami yakin pasti akan dibantu,” ujar Armika.

Baca juga:  Menkes Beber Alasan Adanya Vaksin Gotong Royong Berbayar

Diberitakan sebelumnya, bangunan toilet SDN 2 Batur ambrol tergerus senderan yang longsor, Jumat (9/1). Peristiwa itu terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah Kintamani sekitar pukul 14.30 Wita.

Bangunan toilet yang tergerus longsor itu tergolong masih baru karena dibangun tahun 2018 lalu. Namun, senderan penahan tanah di belakang bangunan toilet memang sudah berusia lebih lama.

Meski posisi toilet yang tergerus longsor berdekatan dengan ruang belajar, namun bangunan ruang kelas dilaporkan masih dalam kondisi aman. Bangunan jebol jatuh dalam kondisi utuh ke lahan milik warga. (Dayu Swasrina/balipost)

 

BAGIKAN