Wisatawan bersiap menyeberang ke Gili Trawangan dari Pelabuhan Rakyat Padangbai. (BP/dok)
AMLAPURA, BALIPOST.com – Pelabuhan Rakyat (Pelra) Padangbai belakangan makin ramai. Pelabuhan ini menjadi pilihan akses wisatawan asing menuju Gili Trawangan, Lombok.

Ini menjadi perhatian Pemkab Karangasem agar bisa dikelola bersama. Oleh karena itu, Pemkab bersama Desa Pakraman Padangbai, Kecamatan Manggis, sedang berencana mengelola bersama dengan membentuk Badan Pengelola (BP).

Sekretaris Dinas Perhubungan Karangasem I Wayan Astika, Rabu (15/3), mengatakan dalam upaya penataan pelabuhan ini, Dinas Perhubungan melalui Kepala Dinas Ida Bagus Suastika, katanya sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat, untuk mengurus pelepasan aset pemerintah pusat di dermaga rakyat itu. Pemerintah pusat dikatakan sudah merespons dan siap memenuhi permintaan pemerintah daerah.

Baca juga:  Fotografer "Berburu" di Besakih
Demikian juga bagian aset lainnya yang menjadi tanggung jawab Pemprov Bali. Sebab, dari dermaga rakyat ini, asetnya ada tiga bagian. Pertama, bangunan kayu yang paling dekat dengan garis pantai adalah aset pemerintah pusat. Kedua, bangunan lorong panjang tempat penumpang sebelum naik boat adalah aset Pemprov Bali. Ketiga, bangunan candi dan diluar candi adalah aset Pemkab Karangasem.

Pelepasan Aset

Setelah proses pelepasan aset, Dinas Perhubungan segera berkoordinasi kembali dengan Desa Pakraman Padangbai. Kebetulan, pihak desa pakraman juga berkeinginan memperbaiki dermaga rakyat ini, agar lebih layak melayani penumpang. Rencananya, pertemuan Dinas Perhubungan dengan Desa Pakraman Padangbai, akan dilaksanakan, Kamis (16/3).

Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa, mendorong agar dermaga rakyat ini dikelola melalui badan pengelola. Alasannya, dermaga ini dimanfaatkan ribuan turis tiap hari. Jadi, harus ditata dengan baik.

Selama ini, dia melihat penataan dan penyediaan sarana fasilitas umum untuk menunjang penyeberangan masih sangat minim. “Saya lihat wisatawan itu tidak dapat fasilitas yang layak. Apa kata mereka, terhadap Karangasem, kalau situasinya seperti itu terus. Mereka tamu asing lho dan jumlahnya ribuan tiap hari,” katanya.

Baca juga:  Asita Diminta "Jual" Karangasem
Setiap hari ada sebanyak 15 boat yang beroperasi di Pelra Padangbai. Kapasitasnya bermacam-macam. Ada hanya 35 orang seperti Boat Gili Cat II, ada 60 orang, 175 orang dan tertinggi kapasitasnya adalah Boat Eka Jaya 23 dengan kapasitas 230 penumpang.

Kapasitas Boat Eka Jaya 23 ini, melebihi Kapal Roro Nusa Jaya Abadi (Jalur Padangbai-Nusa Penida). Boat-boat ini melayani penyebrangan antarpulau dalam provinsi, seperti ke Nusa Penida (Klungkung) maupun antarprovinsi menuju Gili Trawangan, Lombok. Naik boat menjadi pilihan penyebrangan antarpulau, karena dinilai lebih praktis dan cepat sampai di tujuan. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.