Pengguna jalan melintas di jalan rusak yang dipasangi tanda-tanda peringatan. (BP/dok)
SINGARAJA, BALIPOST.com – Ruas jalan provinsi Seririt-Pupuan (Tabanan) yang rusak akibat cuaca buruk belum lama ini masih terlihat. Akibatnya, arus kendaraan yang melintas terganggu hingga rawan terjadi kecelakaan lalulintas (Lakalantas).

Dari pantauan di lokasi, Minggu (5/3), sejauh ini lokasi badan jalan yang ambrol itu belum terlihat adanya upaya perbaikan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Bali. Badan jalan yang ambrol itu terjadi pada perbatasan Desa Rangdu dengan Desa Mayong (Kecamatan Seririt). Sisi jalan ini tergerus hingga 10 meter dengan kedalaman sekitar lima meter.

Material longsor ini sempat menutup saluran kali tepat di bawahnya. Selain itu pada ujung longsoran itu terdapat rumah penduduk yang juga berada di bawahnya. Jika kendaraan berat melintas ujung badan jalan yang ambrol itu labil sehingga rawan ambrol.

Untuk memberikan peringatan kepada pengguna jalan, warga menempatkan drum bekas yang diikatkan dengan tali plastik. Selain itu, warga juga memasang tanda peringatan yang bertuliskan “Awas Jalan Jebol”.

Baca juga:  Hingga Mei 2017, Baru 61 Persen Jalan di Tabanan Diperbaiki

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Buleleng Ketut Suparta Wijaya mengatakan sejak mendapat laporan kerusakan jalan, pihaknya sudah melaporkan kepada Dinas PU Provinsi Bali. Sepanjang ruas jalan tersebut rawan tertimbun tanah longsor dan sisi jalan tergerus seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.

Sesuai kewenangan, jalan provinsi kewenangan untuk menangani kerusakan ada di provinsi. Pihaknya sendiri juga berharap lokasi badan jalan yqng longsor itu segera ditangani, sehingga tidak terlalu lama mengganggu arus lalu lintas. “Benar itu ruas jalan provinsi dan waktu kita cek kerusakannya parah dan perlu penanganan segera. Kita masih menunggu bantuan provinsi untuk menguatkan badan jalan di sana,” jelasnya. (Mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.