Suahasil Nazara menjawab pertanyaan wartawan saat menghadiri rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto, Selasa (3/11). (BP/HO-BPMI Setpres)

JAKARTA, BALIPOST.com – Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan perekonomian Indonesia masih menunjukkan perkembangan positif. Hal ini tercermin dari inflasi yang terkendali serta realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang masih sesuai dengan target pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Suahasil usai mengikuti rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto, Selasa (3/11).

Dilansir dari Kantor Berita Antara, Suahasil mengatakan inflasi nasional masih terkendali. Hal itu tercermin dari inflasi Oktober 2026 yang tercatat sebesar 3,23 persen secara tahunan atau 2,4 persen secara tahun kalender (year-to-date).

Menurutnya, angka tersebut masih berada dalam rentang target inflasi pemerintah, yakni 1,5 hingga 3,5 persen.

“(Inflasi) Itu di dalam _range_ yang memang menjadi sasaran target dari inflasi Indonesia, jadi ini _on track_ inflasinya,” jelas Suahasil.

Baca juga:  KAI Mulai Terapkan Pendeteksi COVID-19 di 2 Stasiun Ini

Sementara itu, dari sisi realisasi APBN, Suahasil mengatakan realisasi pendapatan dan belanja negara hingga akhir Oktober juga masih sejalan dengan target APBN 2026.

Pada kesempatan tersebut, ia melaporkan kepada Prabowo bahwa pemerintah perlu mengumpulkan tambahan pendapatan sekitar Rp600 triliun pada November dan Desember untuk mencapai target pendapatan APBN 2026 sebesar Rp3.153,2 triliun.

Di sisi belanja, pemerintah masih memiliki ruang penyerapan anggaran sekitar Rp900 triliun agar realisasi belanja hingga akhir tahun dapat mencapai target sebesar Rp3.842,7 triliun.

“Nah kemudian saya juga tadi sempat melaporkan APBN hingga bulan Oktober, di mana semuanya _on track_ untuk pendapatan dan belanja,” imbuh dia.

Baca juga:  Target Transaksi Rp 19 M dan 15 Ribu Pengunjung

Dengan masih tersedianya ruang belanja tersebut, Suahasil menyebut Prabowo mempersilakan kementerian dan lembaga (K/L) untuk melakukan penyerapan anggaran menjelang akhir tahun. Langkah ini diharapkan dapat mendukung realisasi program-program pemerintah sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi.

Meski demikian, Prabowo mengingatkan agar realisasi belanja tetap mengedepankan prinsip efisiensi. Ia meminta seluruh K/L membelanjakan setiap rupiah dengan tata kelola yang baik serta memastikan penggunaannya mendukung pencapaian target keluaran (output) yang telah ditetapkan dalam perencanaan.

“Efisiensinya harus tetap dikerjakan, dan saya mengimbau seluruh K/L untuk meningkatkan efisiensi di penghujung tahun anggaran karena kita membutuhkan efisiensi dalam belanja,” imbuh dia.

Selain membahas inflasi dan realisasi APBN, Suahasil juga melaporkan perkembangan positif lainnya, yakni kenaikan indeks manufaktur Indonesia. Ia mengatakan Purchasing Managers’ Index (PMI) Indonesia pada Oktober 2026 mencapai 54, meningkat dibandingkan posisi 52,4 pada bulan sebelumnya.

Baca juga:  Tekan Lonjakan Inflasi, Pemkab Karangasem Berikan Bantuan Bibit

Menurut Suahasil, kenaikan indeks tersebut mencerminkan optimisme pelaku usaha manufaktur terhadap peningkatan permintaan. Ekspektasi tersebut mendorong para pengusaha untuk mulai meningkatkan kesiapan produksi, salah satunya dengan menambah pembelian bahan baku dan input produksi lainnya.

Dengan demikian, kondisi ini menunjukkan bahwa sektor manufaktur Indonesia tengah berada dalam fase ekspansi.

“Jadi, (angka yang) meningkat ini menunjukkan bahwa para pengusaha kita membayangkan bahwa akan ada peningkatan permintaan. Karena itu, pengusaha mulai siap-siap untuk meningkatkan produksi dengan membeli input lebih banyak,” pungkasnya. (kmb/balipost)

BAGIKAN