Polisi melakukan olah TKP di lokasi pencurian pratima di Desa Tukadmungga, Buleleng. (BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Pascapencurian 11 pratima di dua tempat suci di Desa Tukadmungga, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, pengamanan di masing-masing dadia diimbau untuk ditingkatkan. Salah satu upaya yang disarankan yakni memasang kamera pengawas (CCTV) serta mengaktifkan penjagaan secara bergiliran oleh krama dadia.

Kelian Desa Adat Dharmajati, Desa Tukadmungga, Ketut Wicana, Minggu (1/11), mengatakan imbauan pemasangan CCTV sebenarnya telah disampaikan Dinas Pemajuan Masyarakat Adat (DPMA) Provinsi Bali kepada desa adat beberapa tahun lalu. Imbauan tersebut ditujukan untuk mengantisipasi pencurian fasilitas yang berkaitan dengan pura, termasuk pratima dan benda-benda sakral lainnya.

Menurut Wicana, di wilayah Desa Adat Dharmajati, pemasangan CCTV telah dilakukan di sejumlah kahyangan tiga, meskipun belum seluruhnya terpasang. Sementara itu, untuk lingkungan dadia, pihaknya juga sebelumnya telah menyampaikan agar masing-masing melakukan pengamanan dengan memasang kamera pengawas.

Baca juga:  Pelaku Pencurian 'Ketu' Sejumlah Griya di Karangasem Terungkap

“Begitu mendengar ada kejadian seperti ini, saya langsung membagikan informasi ke masing-masing dadia melalui grup WhatsApp. Saya minta agar dilakukan pengecekan terhadap kondisi tempat penyimpanan benda-benda sakral di masing-masing dadia,” ujarnya.

Ia berharap pencurian serupa tidak kembali terjadi. Wicana juga telah menyarankan dadia yang menjadi korban pencurian agar mengikuti arahan DPMA dalam meningkatkan pengamanan, salah satunya melalui pemasangan CCTV.

Selain kamera pengawas, pengamanan secara swadaya juga dinilai perlu dilakukan. Wicana menyarankan masing-masing dadia mengondisikan krama untuk melaksanakan penjagaan bergilir, terutama pada malam hari.

Baca juga:  WN Amerika Ditemukan Tidak Bernyawa di Kamar Hotel

“Untuk ronda pecalang, mohon maaf, kondisi finansial desa adat saat ini belum memungkinkan. Sementara, saya sarankan masing-masing dadia mengatur krama untuk melakukan penjagaan secara bergiliran, misalnya dua sampai lima orang setiap malam,” jelasnya.

Terkait penguatan peran pecalang, Wicana berharap rencana bantuan pemerintah pada 2027 dapat terealisasi. Ia menyebut, berdasarkan pembicaraan yang diterimanya, terdapat rencana bantuan sekitar Rp50 juta untuk mendukung kegiatan pecalang. Namun, untuk sementara, pengamanan di lingkungan dadia diharapkan dapat dilakukan melalui partisipasi krama masing-masing.

Baca juga:  Berkat CCTV, Polisi Berhasil Temukan Tas WN Australia yang Tertinggal di Taksi

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi pencurian menyasar dua tempat suci milik warga di Desa Tukadmungga, Sabtu (31/10). Sebanyak 11 pratima yang disimpan di gedong penyimpanan milik Dadia 4 Batu Lepang dan Dadia 3 Batu Lepang dilaporkan hilang. Total kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp165 juta.

Pencurian pertama kali diketahui sekitar pukul 05.30 WITA oleh seorang warga yang hendak melaksanakan persembahyangan di Merajan Dadia 4 Batu Lepang. Saat tiba di lokasi, saksi mendapati gembok pintu gedong penyimpanan pratima dalam kondisi rusak dan pintu sedikit terbuka. (Yudha/balipost)

BAGIKAN