Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima tiga atlet berprestasi, I Kadek Dwi Purwana Yasa, Ni Made Arianti Putri, dan Ni Nengah Widiasih, di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar, Jumat (30/10) sore. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Prestasi membanggakan ditorehkan tiga atlet disabilitas asal Bali di panggung olahraga internasional. Tak hanya mempersembahkan medali emas, perak, dan perunggu, salah satu atlet bahkan berhasil memecahkan rekor dunia.

Atas pencapaian tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster menyiapkan bonus penghargaan sekaligus dukungan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi bagi ketiganya.

Apresiasi itu disampaikan Koster saat menerima tiga atlet berprestasi, yakni I Kadek Dwi Purwana Yasa, Ni Made Arianti Putri, dan Ni Nengah Widiasih, di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar, Jumat (30/10) sore. Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta yang juga menjabat Ketua KONI Bali.

Baca juga:  Ini, Vonis Jerinx

Koster menyampaikan rasa bangga dan penghargaan atas perjuangan ketiga atlet yang telah membawa nama Bali dan Indonesia di kancah internasional. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk meraih pencapaian tertinggi di bidang olahraga.

Sebagai bentuk perhatian pemerintah, Koster menegaskan komitmennya menyiapkan bonus bagi atlet berprestasi. Selain penghargaan berupa bonus, Pemprov Bali juga akan memberikan dukungan pendidikan hingga perguruan tinggi agar masa depan para atlet tetap terjamin.

Dukungan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi penghargaan atas keberhasilan mereka di arena pertandingan, tetapi juga membuka kesempatan untuk mengembangkan potensi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia setelah masa aktif sebagai atlet.

Baca juga:  Ari Dwipayana: Keluarga adalah Penjaga Terdepan Budaya dan Manuskrip Kuno Nusantara

Salah satu prestasi paling menonjol dipersembahkan I Kadek Dwi Purwana Yasa dari cabang para atletik nomor lempar cakram putra kelas F57. Ia sukses meraih medali emas dengan lemparan sejauh 49,75 meter sekaligus memecahkan rekor dunia miliknya sendiri.

Sementara itu, Ni Made Arianti Putri menyumbangkan medali perunggu dari nomor lari 100 meter putri kelas T12. Berpasangan dengan pelari pendamping Guntur Wijanarko, Arianti mencatatkan waktu 12,51 detik yang menjadi catatan terbaik pribadinya.

Prestasi lainnya datang dari atlet senior Ni Nengah Widiasih di cabang para angkat berat kelas 41 kilogram putri. Widiasih meraih medali perunggu melalui angkatan terbaik 97 kilogram serta mempersembahkan medali perak pada nomor beregu campuran (mixed team event).

Baca juga:  Beasiswa Nak Badung Telan Anggaran Puluhan Miliar Rupiah

Koster berharap keberhasilan ketiga atlet tersebut menjadi inspirasi bagi generasi muda dan atlet disabilitas lainnya di Bali untuk terus berlatih serta berani bersaing di level internasional. Pemerintah Provinsi Bali, lanjutnya, berkomitmen memperkuat perhatian terhadap pembinaan olahraga disabilitas agar semakin banyak atlet daerah yang mampu menorehkan prestasi.

Apresiasi berupa bonus dan dukungan pendidikan ini sekaligus menjadi dorongan agar prestasi atlet tidak berhenti pada raihan medali. Pemerintah ingin memastikan perjuangan mereka di arena olahraga juga mendapat dukungan bagi masa depan yang lebih baik. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN