Progres penataan Terminal Pesiapan yang masih terus berlanjut. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Pembangunan Pasar Rakyat atau Pasar Senggol di kawasan Terminal Pesiapan, Tabanan, mencapai progres 88,50 persen. Capaian tersebut melampaui target rencana sebesar 88,16 persen dengan deviasi positif 0,34 persen. Penataan kawasan ini dilakukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan terminal menjadi pusat aktivitas ekonomi baru, yang mencakup pasar senggol, pasar mobil (warmob), pasar hobi, dan pasar kios.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tabanan, I Gde Made Partana, mengatakan pengerjaan saat ini berfokus pada penyelesaian pekerjaan fisik dan pemasangan sejumlah ornamen bangunan. “Progres pembangunan saat ini sudah mencapai 88,50 persen, sedangkan rencana sebesar 88,16 persen. Dengan demikian, terdapat deviasi positif 0,34 persen,” ujarnya.

Baca juga:  Gubernur Bali Sepakati Usulan UMK Badung 2026

Menurut Partana, penataan bagian depan bangunan juga dirancang untuk menampilkan identitas Kabupaten Tabanan sebagai daerah pertanian dan lumbung pangan Bali. Ornamen yang direncanakan antara lain patung sapi bersama petani serta patung ibu dan anak.

Selain patung, sejumlah ornamen yang juga sudah tahap pemasangan seperti lumbung, kayon, dan ukiran berbahan aluminium composite panel (ACP). Tulisan akrilik dengan huruf Latin dan aksara Bali juga disiapkan untuk memperkuat karakter kawasan. “Ada juga rencana pemasangan patung sapi dengan petani sebagai ikon pertanian Tabanan, serta patung ibu dan anak,” katanya.

Pengerjaan fisik lainnya mencakup pasangan dinding batu bulat berpola acak (random), pasangan bata pres, serta pemasangan cawan polos dan bermotif. Seluruh elemen tersebut menjadi bagian dari penataan bangunan agar memiliki tampilan yang lebih menarik.

Baca juga:  Libur Lebaran, Dua DTW di Bangli Masih Jadi Favorit Wisatawan

Partana menjelaskan, pemanfaatan kawasan Terminal Pesiapan nantinya tidak hanya Pasar Rakyat atau Pasar Senggol namun juga dirancang untuk menampung pasar mobil atau warmob, pasar hobi, dan pasar kios. “Selain pasar rakyat atau pasar senggol, kawasan Terminal Pesiapan juga direncanakan untuk pasar mobil, pasar hobi, dan pasar kios,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, penataan yang dilakukan di atas lahan seluas sekitar 1,5 hektar tersebut, fungsi terminal tetap dipertahankan dan ditempatkan di bagian depan kawasan. “Fungsi terminal tetap di depan. Di belakang akan ditata untuk pasar rakyat dengan pembagian area sesuai peruntukannya,” ujarnya.

Baca juga:  Petarung Bali Patok 4 Emas di PON Papua

Untuk merealisasikan penataan tersebut, pemerintah telah menyiapkan sejumlah anggaran. Penataan lahan Terminal Pesiapan dialokasikan pagu sebesar Rp 15 miliar. Kemudian pembangunan Pasar Rakyat Senggol Pesiapan sebesar Rp 11,784 miliar dan pembangunan kantor terminal sebesar Rp 3,215 miliar.

Proyek penataan Terminal pesiapan ditargetkan dapat rampung pada Desember tahun 2026. Setelah itu, kawasan tersebut diharapkan mampu mendukung aktivitas transportasi sekaligus menjadi tempat usaha yang lebih tertata bagi para pedagang.(Puspawati/balipost)

BAGIKAN