
MANGUPURA, BALIPOST.com – Kondisi sejumlah fasilitas di Pasar Kuta II, Kabupaten Badung, memprihatikan. Kondisi fasilitas pasar membutuhkan perhatian serius. Plafon bangunan yang nyaris roboh, toilet rusak hingga paving block di akses masuk kawasan Pasar Seni Kuta yang hancur.
Pantauan di lapangan pada Selasa (22/9) menunjukkan beberapa bagian plafon Pasar Kuta II mengalami kerusakan cukup parah. Sejumlah bagian bahkan tampak nyaris roboh. Kondisi fisik bangunan juga terlihat kusam, sementara warna dinding di beberapa titik menghitam. Kerusakan tidak hanya terlihat pada bagian plafon. Sejumlah fasilitas toilet juga mengalami kerusakan hingga tidak dapat digunakan. Kondisi tersebut membuat aktivitas pedagang dan masyarakat yang datang ke pasar menjadi kurang nyaman.
Persoalan serupa terlihat pada akses masuk kawasan Pasar Seni Kuta. Beberapa paving block mengalami kerusakan dan hancur. Akibatnya, saluran air serta bagian gorong-gorong di bawahnya terlihat terbuka. Selain mengganggu akses keluar-masuk, kondisi tersebut juga berpotensi membahayakan pedagang maupun pengunjung yang melintas, terutama ketika kawasan pasar ramai.
Seorang pegawai Pasar Kuta II mengungkapkan, kerusakan fasilitas tersebut bukan baru terjadi. Kondisi itu disebut telah berlangsung cukup lama. Pihaknya juga mengaku sudah beberapa kali mengusulkan perbaikan kepada pengelola, tetapi belum mendapat penanganan.
“Sudah lama kondisinya seperti ini. Beberapa kali diajukan untuk diperbaiki, tapi sampai sekarang belum ditangani,” ujar pegawai yang enggan namanya disebutkan itu.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena Pasar Kuta disebut memberikan kontribusi terhadap pendapatan Perumda Pasar Mangu Giri Sedana (MGS) Badung. Kontribusi dari pasar tersebut bahkan disebut mencapai miliaran rupiah. Di tengah kontribusi tersebut, kondisi sejumlah fasilitas pasar yang mengalami kerusakan kemudian memunculkan pertanyaan mengenai pemeliharaan sarana dan prasarana pasar.
Direktur Utama Perumda Pasar MGS Badung, Kompiang Gede Pasek Wedha, membenarkan bahwa penanganan kerusakan di Pasar Kuta II telah masuk dalam anggaran perubahan. Menurutnya, perbaikan yang direncanakan berupa renovasi terhadap bagian-bagian yang mengalami kerusakan.
Sementara apabila kondisi bangunan membutuhkan renovasi secara menyeluruh, diperlukan kajian lebih lanjut dari tim teknis. “Kalau untuk renovasi di Pasar Kuta II itu sudah masuk Rencana Anggaran Kerja (RAK). Itu sudah masuk dianggaran perubahan yang baru ini,” ungkapnya secara terpisah.
Dengan masuknya rencana renovasi dalam anggaran perubahan, perbaikan fasilitas Pasar Kuta II diharapkan dapat segera direalisasikan. Penanganan tersebut menjadi penting untuk menjaga kenyamanan pedagang dan pengunjung sekaligus memastikan fasilitas pasar tetap mendukung aktivitas perdagangan di kawasan Kuta. (Parwata/balipost)










