Dishub Badung terjunkan tim untuk mengamankan arus lalu lintas di tengah antrean masyarakat di SPBU.(BP/par)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Badung meningkatkan pengawasan lalu lintas di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) guna mengantisipasi potensi kemacetan yang diakibatkan oleh antrean kendaraan. Langkah antisipatif berupa rekayasa dan pengalihan arus lalu lintas juga telah disiapkan apabila situasi di lapangan memerlukan penanganan khusus.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Badung, Anak Agung Gde Rahmadi, menjelaskan bahwa pihaknya telah memetakan titik-titik SPBU strategis yang memerlukan pengawasan intensif agar tidak mengganggu pengguna jalan lainnya. Dari total puluhan SPBU di wilayah Badung, pengawasan difokuskan pada titik-titik yang memiliki tingkat kerawanan kemacetan lebih tinggi.

Baca juga:  Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali

“Kita memetakan beberapa SPBU yang strategis yang bisa kita awasi,” ujar Agung Rahmadi pada Kamis (15/10).

Menurutnya, beberapa lokasi yang menjadi atensi khusus di antaranya berada di kawasan Lukluk, Kapal, hingga Sempidi. Khusus untuk jalur di Sempidi, pengawasan dilakukan secara maksimal mengingat arus lalu lintas di kawasan tersebut tergolong padat dan strategis. Selain itu, rekayasa sirkulasi dan pengaturan arus lalu lintas di sekitar wilayah Puspem Badung juga telah disesuaikan guna meminimalisir hambatan di jalan.

Baca juga:  Pastikan Bebas Pungli, Kapolres Gianyar Cek Unit Layanan SIM dan BPKB

Dalam menjalankan tugas pengawasan ini, Dinas Perhubungan Badung tidak bekerja sendiri, melainkan bersinergi erat dengan pihak kepolisian. Koordinasi ini bertujuan agar proses pengaturan antrean di sekitar SPBU dapat berjalan dengan tertib tanpa menimbulkan hambatan berarti bagi pengguna jalan lain.

“Kita berkoordinasi dengan polisi agar bisa mengantre dengan tertib. Pimpinan juga menyiapkan berbagai kebutuhan pendukung di lapangan seperti air minum dan menyiagakan ambulan,” jelasnya.

Untuk mengoptimalkan pengamanan di lapangan, Dishub Badung mengerahkan kekuatan personel yang terbagi ke dalam sistem shift. Total personel yang diterjunkan berkisar antara 80 hingga 90 orang, yang dibagi ke dalam dua shift operasional mulai dari pagi hingga malam hari.

Baca juga:  Solar Bersubsidi Langka, Antrean Kendaraan Mengular

“Penempatan jumlah personel di setiap SPBU disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan kepadatan lokasi, berkisar antara 3 hingga 6 orang per titik pengamanan,” katanya.

Melalui langkah-langkah pengawasan dan rekayasa lalu lintas ini, Agung Rahmadi berharap aktivitas pengisian bahan bakar masyarakat dapat berjalan lancar, serta keamanan dan ketertiban berlalu lintas di Kabupaten Badung tetap terjaga dengan baik. “Mudah-mudah ini bisa cepat terlewati, dan kondisi kembali normal,” ucapnya.(Parwata/balipost)

 

BAGIKAN