
NEGARA, BALIPOST.com – Di tengah antrean panjang kendaraan yang mengular di sejumlah SPBU di Kabupaten Jembrana, ada pemandangan menyejukkan. Personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) membagikan air minum kemasan kepada para pengantre BBM di SPBU Jalan Sudirman, Negara, Rabu (14/10).
Keterbatasan pasokan BBM membuat antrean kendaraan dan sepeda motor memadati sejumlah SPBU. Pertalite menjadi satu-satunya BBM yang masih tersedia, sementara Pertamax kosong karena belum ada pengiriman.
Iskandar Alfan, Manajer SPBU Jalan Jenderal Sudirman, Negara, mengungkapkan bahwa pembatasan pembelian diberlakukan demi mempercepat arus antrean. Mobil hanya boleh mengisi maksimal Rp150.000, sedangkan sepeda motor maksimal Rp50.000.
“Untuk SPBU yang saya kelola, pembatasan saya berlakukan karena antreannya panjang. Untuk mobil maksimal Rp150.000, sepeda motor maksimal Rp50.000. Jadi, antreannya lebih cepat dan semua masyarakat mendapatkan BBM,” ujarnya.
Kebijakan itu sudah berjalan sejak kemarin dan diterima masyarakat dengan baik. “Pembatasan ini diberlakukan dari kemarin, sejak antrean terjadi. Ternyata mereka menerima dengan baik,” katanya.
Syarat barcode untuk membeli Pertalite tetap berlaku. Kendaraan yang belum memiliki barcode dibantu seadanya. “Untuk Pertalite masih menggunakan barcode. Kendaraan yang tidak menggunakan barcode saya bantu dikit. Pertamax masih kosong karena tidak ada pengiriman, jadi yang saya batasi Pertalite-nya,” ujarnya.
I Ketut Eko Susilo Artha Permana, Kepala Satpol PP Kabupaten Jembrana, menuturkan, pihaknya bersama Polri disiagakan menjaga ketenteraman di area SPBU. Melihat pengantre kepanasan, mereka pun membagikan air minum. Aksi itu diikuti instansi lainnya.
“Kita dari Satpol PP bersama rekan Polri menjaga ketenteraman di area SPBU. Melihat pengantre kepanasan, kita membagikan air minum kepada masyarakat yang mengantre,” ujarnya.
Ia mengimbau warga bersabar, sebab antrean kini terjadi di seluruh SPBU di Kabupaten Jembrana. “Kita imbau warga bersabar karena seluruh SPBU di Kabupaten Jembrana saat ini mengantre,” katanya. (Surya Dharma/balipost)










