DPRD Buleleng sidak proyek drainase di Jalan Diponegoro, Singaraja. (BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Proyek drainase dan penataan Jalan Diponegoro di kawasan Pasar Anyar Singaraja senilai Rp4,74 miliar masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Saat melakukan monitoring, Senin (12/10), Komisi II dan Komisi III DPRD Buleleng menyoroti aktivitas parkir kendaraan, keberadaan pedagang, serta kondisi saluran drainase eksisting.

Progres fisik proyek tersebut tercatat mencapai 27 persen. Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk memastikan pengerjaan proyek berjalan sesuai perencanaan, memenuhi spesifikasi teknis, serta rampung sesuai jadwal kontrak. Peninjauan ini sekaligus menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap pembangunan infrastruktur daerah, terutama proyek yang berada di kawasan dengan aktivitas perdagangan dan lalu lintas masyarakat cukup tinggi.

Baca juga:  Area Parkir Pura Watu Klotok Kumuh, Penuh Tumpukan Karung Batu Sikat

Ketua Komisi II DPRD Buleleng, Wayan Masdana mengatakan, sejumlah kendala yang ditemukan perlu segera dikoordinasikan dengan pihak terkait. Aktivitas parkir dan keberadaan pedagang di sekitar lokasi perlu mendapat penanganan agar tidak mengganggu kelancaran pekerjaan. Di sisi lain, kondisi saluran drainase lama juga harus dicermati untuk memastikan sistem pembuangan air dapat berfungsi optimal setelah proyek selesai.

“Kami ingin memastikan pengerjaan proyek ini berjalan dengan baik. Dari hasil peninjauan, masih terdapat beberapa kendala, baik terkait aktivitas parkir, pedagang, maupun kondisi teknis saluran drainase yang perlu dikoordinasikan dengan dinas terkait agar tidak menghambat penyelesaian pekerjaan,” ujar Masdana.

Proyek tersebut dikerjakan CV Cadudasa Pratama selaku kontraktor pelaksana, dengan CV Manca Geni sebagai konsultan pengawas. Nilai kontrak pekerjaan mencapai Rp4.749.733.000 dengan masa pelaksanaan 120 hari kalender, terhitung sejak 28 Agustus hingga 17 Desember 2026.

Baca juga:  Januari-Mei 2024, Kinerja Bank BPD Bali Tumbuh Positif

Dengan progres fisik yang telah mencapai 27 persen, pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan menjadi penting untuk menjaga kesesuaian antara realisasi di lapangan dan jadwal yang telah ditetapkan. Terlebih, lokasi proyek berada di kawasan Pasar Anyar yang tetap menjadi pusat aktivitas pedagang dan masyarakat.

DPRD Buleleng pun mendorong kontraktor, konsultan pengawas, dan perangkat daerah terkait memperkuat koordinasi dalam menangani hambatan yang muncul. “Evaluasi terhadap kondisi teknis drainase juga diperlukan agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada penataan kawasan, tetapi mampu menjawab persoalan aliran air yang berpotensi menimbulkan genangan,” jelas politisi PDI Perjuangan ini.

Baca juga:  Sabtu Ini Pasar Galiran Akan Kembali Dibuka 24 Jam

Pembangunan drainase di Jalan Diponegoro diharapkan dapat memperlancar pembuangan air sekaligus meningkatkan penataan kawasan Pasar Anyar Singaraja. Karena itu, kualitas pekerjaan dan ketepatan waktu penyelesaian menjadi perhatian agar infrastruktur yang dibangun benar-benar memberikan manfaat bagi pedagang, pengguna jalan, dan masyarakat sekitar.

“Kira berharap seluruh kendala dapat segera ditindaklanjuti sehingga proyek senilai Rp 4,74 miliar itu rampung sesuai kontrak, dengan tetap mengutamakan mutu pekerjaan dan fungsi drainase dalam jangka panjang,” pungkasnya. (Yudha/balipost)

 

BAGIKAN