Personel Polsek Kuta Selatan melakukan penyelidikan kasus penganiayaan, pengerusakan dan dugaan pemeriksaan terhadap WNA.(BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Seorang pria yang merupakan warga negara asing (WNA) berinisial STS (23), asal Portugal dan perempuan, PMJ (31), warga negara Polandia, mengalami peristiwa pengerusakan, percobaan pemerasan, dan penganiayaan di Jalan Buana Sari, Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Sabtu (3/10). Mobil yang ditumpangi korban dilempari batu dan terduga pelaku sempat minta uang Rp20 juta.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Gede Adhy Saputra Jaya, Senin (5/10) menyampaikan peristiwa tersebut terjadi pukul 03.00 WITA. Berdasarkan keterangan STS, ia mengendari mobil HRV mengajak satu orang teman perempuan dan tiga laki-laki.

Saat melintas di Jalan Suarga, ia mengelakson tiga pengedara sepeda motor diduga pelaku dan berada didepannya.

Baca juga:  Curi Motor dengan Modus Kencan dan Obat Tidur

Selanjutnya mobil tersebut menyalip ketiga orang tersebut. “Ketiga pengendara motor itu diduga tidak terima, lalu mengejar mobil yang dikendarai korban sampai TKP,” ujarnya.

Ketiga orang tersebut langsung menghadang mobil tersebut. Selanjutnya mereka terlihat beringas dan melempari mobil tersebut menggunakan batu, bahkan minta uang Rp20 juta. Alasannya salah satu dari mereka ada yang ditabrak. Padahal korban merasa tidak menabrak siapaun, sehingga tidak mau memberikan uang tersebut.

“Saat itu salah satu teman korban membuka jendela kanan mobil. Saat itulah terduga pelaku memukul kedua korban. Beberapa saat kemudian datang Pecalang Desa Adat Pecatu. Para terduga pelaku langsung kabur. Atas kejadian tersebut kaca mobil yang dikendarai korban dalam keadaan pecah,” ujarnya.

Baca juga:  Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Kontes Miss Universe Indonesia Masuk ke Tahap Penyidikan

Sedangkan dari keterangan Pecalang Desa Adat Pecatu, Ketut Astana (55), saat  sedang melaksanakan patroli pukul 03.00 WITA, ia dihubungi oleh sekuriti Pantai Bingin. Satpam tersebut memberitahukan jika ada 20 orang di TKP. Waktu itu, diinformasikan WNA diduga menabrak pengemudi ojek online (ojol).

Mendapat informasi tersebut, Astana bersama anggota Linmas segera menuju ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengamanan. Setibanya di lokasi, ia melihat sejumlah orang yang diduga terkait kejadian tersebut. Namun tidak mendapati seseorang yang ditabrak oleh WNA seperti yang diinformasikan.

Baca juga:  Nyaris Bunuh Pacarnya, Tukang Tato Ditangkap

Sejumlah orang tersebut langsung melarikan diri dari lokasi. Selanjutnya, Astana melakukan pengecekan situasi di sekitar lokasi dan mengajak korban yang dipukul berobat ke Nusa Medica Klinik Pratama.

“Terkait kejadian tersebut telah dilakukan pengecekan CCTV di depan rumah kontrakan milik korban  saat dikejar oleh terduga pelaku. Namun dari pemantauan CCTV pelaku tidak terlihat jelas atau blur dikarenakan objek bergerak. Atas terjadinya peristiwa tersebut korban sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kuta Selatan dan dalam proses penyelidikan,” tutupnya. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN