
MANGUPURA, BALIPOST.com – Kasus jambret handphone (HP) yang menyasar wisatawan mancanegara (wisman) masih mendapat perhatian serius pada 2026. Selain sebagai daerah destinasi terkenal di dunia, banyak wisman melakukan perjalanan menggunakan HP sebagai petunjuk arah.
Kapolsek Kuta, Kompol Agus Riwayanto Diputro mencermati sebagian besar kasus yang terjadi menimpa wisman yang menggunakan telepon genggam sebagai penunjuk arah saat berkendara sepeda motor, sehingga menjadi sasaran empuk pelaku kejahatan. Selain itu, penggunaan perhiasan secara berlebihan, khususnya oleh wisman tertentu, juga dapat memicu niat pelaku kejahatan.
“Kami perlu sampaikan bahwa kejahatan jalanan seperti jambret, copet, maupun pencurian bukan hanya terjadi di wilayah Kuta atau Bali saja. Namun merupakan fenomena global yang juga terjadi di kota-kota wisata dunia seperti Paris, London, dan destinasi internasional lainnya. Hal ini menjadi tantangan bersama bagi seluruh pengelola wilayah pariwisata di dunia,” ujar Kompol Agus, Sabtu (3/1).
Untuk menjawab tantangan tersebut, menurut Kompol Agus, strategi Polsek Kuta tidak hanya berfokus pada penindakan, namun lebih mengedepankan langkah pencegahan melalui optimalisasi sinergitas pengamanan swakarsa dan peningkatan partisipasi masyarakat.
Pihaknya juga memperkuat kolaborasi antara Polri, pecalang, linmas, satpam hotel, pengelola objek wisata, pelaku usaha pariwisata, serta masyarakat sekitar, sehingga potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini.
“Kami juga menegaskan bahwa sektor pariwisata dan keamanan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Tanpa situasi keamanan yang kondusif, wisatawan domestik maupun mancanegara tentu akan berpikir ulang untuk menghabiskan waktu liburannya di Bali. Oleh karena itu, menjaga keamanan kawasan pariwisata, khususnya Kuta, merupakan tanggung jawab bersama,” ungkapnya.
Dengan sinergi yang kuat antara aparat keamanan, pelaku pariwisata, dan masyarakat, kami optimistis Kuta dapat terus dijaga sebagai destinasi wisata yang aman, nyaman, dan kembali menjadi primadona wisata, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. (Kerta Negara/balipost)










