Kapolres Badung, AKBP Joseph Edward Purba (kiri) saat mendatangi TKP kasus penjambretan di Jalan Pengubengan Kauh, Kerobokan Kelod. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Tim gabungan Polres Badung dan Polsek Kuta Utara secara intensif menyelidiki kasus penjambretan di Kerobokan Kelod yang menyebabkan korbannya, Juhaeryah Velina (46) meninggal. Saat ini polisi masih mengumpulkan barang bukti, terutama rekaman CCTV. Sejauh ini, keberadaan pelaku masih belum terlacak.

Kapolres Badung, AKBP Joseph Edward Purba, Kamis (12/2), mengatakan, untuk perkembangan penyelidikan kasus tersebut, timnya masih mengumpulkan barang bukti, baik yang ditemukan di TKP maupun rekaman perjalanan pelaku dan korban dengan cara menelusuri CCTV.

Baca juga:  Jambret Beraksi di Karangasem, Tas Lansia Raib

“Dari barang bukti yang berhasil diamankan, kasus ini ditingkatkan jadi penyidikan. Mohon doa dari masyarakat agar kasus ini secepatnya bisa terungkap,” tegasnya.

Ditanya kendala yang dihadapi dalam pengungkapan kasus ini, Kapolres Joseph menyampaikan, semuanya masih berproses. Hingga saat ini pihaknya masih menyelidiki rekaman CCTV. Mantan Kapolres Karangasem ini berharap pelaku masih berada di Bali.

Pihaknya juga sudah bersinergi dengan pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan keamanan di wilayah Badung yang merupakan destinasi wisata. Sejumlah program pun akan diselaraskan.

Baca juga:  Mahasiswi Dijambret, Ini Pelakunya

“Kami sudah bersinergi dengan instansi terkait, termasuk pemerintah daerah. Selain itu, kami melakukan upaya pengamanan harkamtibmas (pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat) dimana anggota polres melakukan patroli barcode, menghadirkan polisi di tengah-tengah masyarakat. Kemudian tiap malam Minggu melakukan patroli cipkon (cipta kondisi),” tutupnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Juhaeryah Velina meninggal setelah dijambret di Jalan Pengubengan Kauh, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Sabtu (7/2) malam. Terkait kasus ini, polisi telah mengumpulkan rekaman CCTV dan keterangan saksi. (Kerta Negara/balipost)

Baca juga:  Dari Mobil Berisi Rombongan WNA Terperosok hingga Alasan Pembangunan KEK Kesehatan di Sanur
BAGIKAN