Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (2/9) ditutup turun mengikuti pelemahan bursa kawasan Asia tertekan oleh kenaikan harga minyak mentah global.

IHSG ditutup melemah 4,16 poin atau 0,06 persen ke posisi 6.595,78. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,54 poin atau 0,39 persen ke posisi 651,87.

“Bursa Asia didominasi pelemahan mengikuti penurunan Wall Street, AS, setelah lonjakan harga minyak meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan potensi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias NIco di Jakarta, dilansir dari Kantor Berita Antara.

Dari mancanegara, Nico mengatakan eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah memicu kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan, sehingga menambah tekanan inflasi global dan memperkuat ekspektasi bahwa bank-bank sentral utama dapat mempertahankan kebijakan moneter yang lebih ketat dalam waktu lebih lama.

Baca juga:  Ini, Pengurus DPP PDIP Periode 2019-2024

Dari dalam negeri, Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru ditunjuk, Destry Damayanti, memproyeksikan pertumbuhan sebesar 5,2-6 persen PDB 2027, dan memperkirakan nilai tukar Rupiah berada di kisaran Rp17.300-Rp17.800 per dolar AS pada tahun depan.

Sementara itu, inflasi Agustus 2026 meningkat menjadi 3,19 persen dari level terendah dalam tiga bulan pada Juli sebesar 2,28 persen, atau sedikit di atas ekspektasi, didorong oleh meningkatnya harga pangan akibat dampak El Nino, sementara inflasi inti mencapai level tertinggi sejak Maret 2023..

“Namun, pelemahan pasar saham tertahan sebagian oleh surplus neraca perdagangan Juli 2026 yang di luar ekspektasi, didukung oleh kinerja ekspor yang lebih baik dari perkiraan,” ujar Nico.

Baca juga:  Terkesan Saling Tunggu, Pembongkaran Puluhan Bangunan Melanggar di Pantai Bingin Mandek

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor menguat yaitu dipimpin sektor teknologi yang naik sebesar 3,47 persen, diikuti oleh sektor keuangan dan sektor barang konsumen non primer yang naik masing-masing sebesar 0,49 persen dan 0,44 persen.

Sedangkan enam sektor melemah yaitu sektor barang baku turun paling dalam sebesar 1,21 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor infrastruktur yang turun masing-masing sebesar 1,06 persen dan 0,78 persen,

Baca juga:  Denpasar Tambah 1 Pasien Positif COVID-19 Meninggal

Adapun, saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu NATO, SAPX, PTSP, BELI, dan BWPT. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni RGAS, HOPE, FUJI, MSIE dan COCO.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.436.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 63,13 miliar lembar saham senilai Rp16,80 triliun. Sebanyak 296 saham naik, 338 saham menurun dan 329 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 2,96 persen ke 64.254,00, indeks Shanghai melemah 0,97 persen ke 3.941,39, indeks Hang Seng melemah 0,07 persen ke 25.311,21, indeks Kospi melemah 3,99 persen ke 6.562,72, dan indeks Straits Times menguat 0,59 persen ke 5.744,11. (kmb/balipost)ih

BAGIKAN