
DENPASAR, BALIPOST.com – Antisipasi generasi muda terpapar atau terjerat dampak negatif media sosial (medsos), Polda Bali mengimbau para orang tua memperketat pengawasan aktivitas anak-anaknya. Pengawasan dari lingkungan keluarga menjadi benteng utama agar generasi muda tidak terpapar dampak negatif dunia maya.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, Sabtu (29/8) menyampaikan pesatnya perkembangan teknologi digital menghadirkan kemudahan sekaligus ancaman jika tidak diimbangi kontrol sosial dari para orang tua. Oleh karena itu, para orang tua diingatkan jangan pernah lalai dalam mengawasi anak-anak saat berselancar di media sosial.
“Jika tidak dilakukan pengawasan dapat membahayakan anak-anak, mulai dari perundungan siber, pemaparan konten tidak bermoral, penipuan daring, hingga risiko kejahatan eksploitasi dan kekerasan anak,” ujarnya.
Menurutnya dampak negatif medsos sangat merusak mental, pola pikir, hingga masa depan anak-anak. Hal ini bisa terjadi jika dibiarkan atau tanpa bimbingan serta pengawasan dari orang tua.
Polda Bali melakukan upaya preventif dan dapat diterapkan oleh orang tua di rumah untuk mengawasi anak-anak dalam bermedsos, diantaranya membangun dialog rutin mengenai batasan dan bahaya menggunakan media sosial. Mengatur waktu penggunaan gawai agar anak tetap fokus pada pendidikan dan aktivitas sosial di dunia nyata.
Memantau akun medsos serta aplikasi yang diakses anak secara bijak tanpa mengabaikan privasi dasar mereka. Selanjutnya mengajarkan anak untuk tidak sembarangan membagikan informasi pribadi, foto, maupun lokasi kepada orang yang baru dikenal di internet.
Kombes Ariasandy menegaskan komitmennya untuk terus melakukan patroli siber guna menjaga kondusivitas ruang digital di wilayah hukum Polda Bali. Namun peran serta keluarga tetap menjadi kunci utama dalam melindungi anak dari ancaman kejahatan siber.
“Mari jaga anak-anak kita bersama-sama. Saling peduli dan lindungi mereka dari potensi bahaya di dunia maya demi mewujudkan generasi penerus yang sehat, bijak, serta berkarakter,” ungkapnya. (Kerta Negara/balipost)










