Tangkapan layar dari video viral yang diunggah wisatawan lokal karena diusir dari Pantai Blue Lagoon, Padangbai, Karangasem. (BP/Istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Wisatawan lokal yang mengaku diusir dari Pantai Blue Lagoon, Desa Padangbai, Kecamatan Manggis, Karangasem saat sedang makan akhirnya berdamai dengan pemilik warung.

Salah seorang yang mengaku wisatawan lokal dalam video itu mengirimkan pesan ke akun Instagram Bali Post menyatakan jika pihak keluarga/kerabat pemilik warung sudah menghubungi secara pribadi melalui DM TikTok dan sudah meminta maaf atas kejadian tersebut. Pemilik warung dikatakannya juga mengakui kesalahannya dan berkomitmen untuk memperbaiki pelayanan ke depannya.

Sementara itu, pemilik warung, Luh Putu Susiani, memberikan penjelasan terkait kejadian tersebut.

Ia menuturkan bahwa wisatawan lokal tersebut datang sebanyak 5 orang sekitar pertengahan Juni 2026. Salah satu orang berada di pantai tidak mandi atau snorkeling hanya duduk-duduk. Sedangkan 4 orang sisanya yang ada di warung, 3 di antaranya pesan makan dan 1 orang hanya pesan minum.

Baca juga:  Wisatawan Inggris Hilang di Pantai Blue Lagoon

Setelah selesai makan, lanjut Susiani, empat orang tersebut kemudian bermain kartu yang dibawanya sendiri sambil ketawa-ketawa sedikit keras dengan waktu yang cukup lama. Ia pun memberitahu wisatawan lokal tersebut agar tidak bermain kartu terlalu lama. “Saya tidak ada mengusir mereka, saya hanya minta mereka jangan bermain kartu terlalu lama saja, apalagi mereka sudah selesai makan cukup lama,” kata Susiani.

Susiani mengatakan, karena kapasitas meja di warung miliknya terbatas, sementara menjelang siang banyak wisatawan baik asing maupun lokal yang datang untuk makan, ia pun meminta mereka untuk tidak terlama lama.

Baca juga:  5 Berita Terpopuler: Dari Penghuni Kos Ditemukan Meninggal hingga Pansus TRAP Hentikan Pembangunan di Bali Handara

Pihaknya juga mengaku selama ini tidak pernah membeda-bedakan wisatawan yang datang.

Setelah diberitahu seperti itu, empat orang tersebut kemudian langsung membayar di kasir dan memanggil temannya yang ada di pantai lalu pergi tanpa mengatakan sepatah katapun.

“Saya sebelumnya juga pernah memberitahu pengunjung setelah selesai makan untuk duduk di pinggir pantai yang ada kursinya ketika ramai, karena ada pengunjung lain yang datang. Mereka mau nurut tanpa ada permasalahan seperti saat ini,” jelas Susiani.

Menurut Susiani, selama ini tidak pernah melarang siapa pun untuk melakukan aktivitas di pantai karena merupakan tempat umum. Yang waktu itu ikut pergi karena dipanggil oleh temannya untuk pulang. “Saya tidak tahu awalnya kejadian tersebut viral, karena saya tidak main medsos, saya diberitahu oleh karyawan saya. Saya juga bingung awalnya karena saya tidak merasa ngusir mereka,” jelasnya.

Baca juga:  5 Berita Terpopuler: Dari Berita Terpopuler hingga Oknum Polisi Divonis Penjara

Diberitakan sebelumnya, video wisatawan lokal mengaku diusir di Pantai Blue Lagoon, Desa Padangbai, Kecamatan Manggis, Karangasem, viral di media sosial (medsos). Turis lokal itu diusir pemilik warung di Pantai Blue Lagoon lantaran akan ada wisatawan mancanegara (wisman) yang datang berkunjung dan ditakutkan tidak kebagian tempat.

Perempuan dalam video yang viral mengungkapkan dirinya datang ke Pantai Blue Lagoon untuk makan dan snorkeling. Namun, mereka justru diminta tidak berlama-lama lantaran akan ada turis asing yang datang ke pantai tersebut. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN