Babysitter Asal NTT mendapatkan perawatan di RSUD Buleleng. (BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Seorang perempuan asal Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT), berinisial MM, 31, diamankan petugas gabungan setelah kondisinya mengalami perubahan drastis dan diduga mengalami gangguan kejiwaan. Perempuan yang bekerja sebagai babysitter itu sempat berlari mengejar kendaraan yang melintas di jalan raya kawasan Singaraja. MM kini menjalani perawatan di RSUD Buleleng.

Penanganan dilakukan setelah upaya memulangkannya ke daerah asal mengalami kendala karena kondisi psikologisnya yang tidak stabil. Kepala Satpol PP Buleleng I Komang Kappa Tri Aryandono mengatakan, MM sebelumnya bekerja sebagai babysitter di salah satu rumah warga di kawasan LC, Buleleng. Ia bekerja setelah disalurkan melalui yayasan PT Lokon Surabaya. Selama sekitar empat bulan bekerja, tidak terlihat adanya perilaku yang mengkhawatirkan.

Baca juga:  Ditata, Pedagang Kaki Lima di DTW Petitenget

Perubahan kondisi MM baru terlihat dalam tiga hingga empat hari terakhir. Ia mengaku ingin segera pulang ke Rote karena merasa melihat sosok hitam bertubuh tinggi. Halusinasi tersebut membuatnya beberapa kali ketakutan, masuk ke kamar, dan menatap kosong. MM juga sempat menghampiri majikannya karena merasa dipanggil. Padahal, menurut keterangan majikannya, tidak ada yang memanggilnya.

Melihat kondisi tersebut, majikan kemudian berupaya memulangkan MM ke kampung halamannya. Selasa (25/8), sekitar pukul 13.00 Wita, MM diantar menuju titik penjemputan travel di kawasan Gempol. Namun, kondisi MM justru kembali tidak terkendali. Saat menunggu kendaraan, ia beberapa kali mengejar mobil yang melintas di jalan. Bahkan, ketika mobil patroli polisi lewat, MM ikut mengejarnya hingga akhirnya diamankan demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca juga:  Diusulkan, MPR Kembali Jadi Lembaga Tertinggi Negara

MM kemudian dibawa ke Polsek Kota. Ketika armada travel datang, ia kembali menolak pulang. Perempuan tersebut justru meminta diantar ke kawasan Santo Paulus dan kemudian berjalan meninggalkan lokasi. Majikan selanjutnya berkoordinasi dengan kepolisian dan yayasan penyalur. Pencarian dilakukan hingga akhirnya MM ditemukan oleh tim gabungan Satpol PP, kepolisian, dan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Buleleng.

Setelah ditemukan, MM dibawa ke RSUD Buleleng untuk mendapatkan penanganan medis. Saat akan diberikan obat penenang, MM sempat berontak sehingga petugas melakukan pengamanan dan pendampingan sampai proses medis berjalan.

Baca juga:  Senderan Tukad Lebah Ambrol

“Tim berkolaborasi dengan kepolisian melakukan pengamanan dengan mengedepankan pelayanan yang humanis. Selanjutnya yang bersangkutan kami rujuk ke RSUD Buleleng untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” ujar Kappa, Rabu (26/8).

Saat ini MM menjalani rawat inap di Ruang Akasia RSUD Buleleng. Dinas Sosial P3A Buleleng melakukan pendampingan sekaligus mengurus proses pengobatan dan pemulangannya. Pihak keluarga MM di Rote juga telah dihubungi dan dijadwalkan datang ke Buleleng untuk menjemputnya. Selama menjalani perawatan, MM turut didampingi kerabat jauhnya yang tinggal di Buleleng. Kappa menegaskan penanganan terhadap MM dilakukan dengan melibatkan sejumlah instansi agar kondisi yang bersangkutan tetap aman dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang diperlukan. (Yuda/balipost)

 

BAGIKAN