
MANGUPURA, BALIPOST.com – Karyawan dagang ayam berinisial INP (45), INPA (28) dan PAS (29) dikeroyok di kandang broiler, wilayah Banjar Batu Bayan, Desa Taman, Abiansemal, Badung, Selasa (18/8) subuh. Pelakunya sekitar 10 orang dan diduga tidak dapat malak ayam. Pemicu, diduga korban tidak mau memberi ayam.
Akibat kejadian itu, INP mengalami memar di rahang kiri korban, leher kiri bagian belakang dan dada sakit. INPA mengalami sakit di perut kanan bawah dan memar pada leher kanan belakang. Sementara PAS mengalami memar dan luka di mata kanan atas.
PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti menjelaskan, dari keterangan INP, pukul 01.40 Wita ia bersama IKW (38) mengendarai mobil pick-up angkut ayam. Sesampainya wilayah Tebajero, mobil tersebut distop oleh sejumlah orang dan minta ayam. Waktu itu INP mengatakan tidak ada ayam.
“Saat hendak melanjutkan perjalanan ke kandang, tiba – tiba korban (INP) mendengar suara seperti mobil tersebut ditendang. Korban bersama kernet, IKW (38) sempat turun untuk menanyakan siapa yang menendang, tapi tidak ada yang mengaku,” ujarnya.
Korban langsung melanjutkan perjalanan menuju kandang ayam. Sesampainya di kandang ayam, sekitar 15 menit kemudian datang sekitar 10 orang dan menanyakan kepada korban yang lewat tadi di wilayah Tebejero. Korban menjawab dirinya lewat tadi dan langsung dikeroyok. Para pelaku secara membabi buta mengeroyok orang-orang yang ada di kadang, yakni INPA dan PAS. Setelah melakukan pengeroyokan, para pelaku langsung kabur.
Sedangkan INPA mengatakan, waktu itu sedang tidur, tiba – tiba datang pelaku sekitar 10 orang yang tidak kenal. Mereka langsung mengeroyok. INPA dipukul perut bagian kanan dan rahang.
Setelah pelaku kabur, INP dan INPA mendapat penanganan medis di Puskesmas IV Abiansemal. Sedangkan PAS dirujuk ke RS.Bindu Husada untuk penanganan medis lebih lanjut. (Kertanegara/balipost)









