Petugas SAR mengevakuasi seorang anak penumpang Kapal Motor Penumpang (KMP) Putri Yasmin setibanya di Pelabuhan ASDP Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Rabu (12/8/2026). Berdasarkan data SAR Mataram per Rabu (21/8) petang, sebanyak 212 korban telah dievakuasi dari KMP Putri Yasmin yang terbakar di perairan Selat Lombok. (BP/Antara)

MATARAM, BALIPOST.com – Kantor SAR Mataram memberikan pembaruan data terhadap jumlah orang yang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok, Rabu (12/8).

Dilansir dari Kantor Berita Antara, jumlah korban yang berhasil dievakuasi, baik hidup maupun mati mencapai 212 orang hingga Rabu malam.

“Totalnya 212,” kata Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat.

Hariyadi mengatakan tim SAR gabungan sebelumnya mencatat 173 orang telah dievakuasi, terdiri atas 172 orang selamat dan satu orang meninggal dunia.

Baca juga:  Jasad WN Malaysia yang Terseret Ombak Pantai Diamond Ditemukan Terapung

Jumlah tersebut kemudian bertambah setelah KMP Pratama Kalyani mengevakuasi 39 orang dan membawa mereka menuju Pelabuhan Lembar.

“Untuk yang ada di kapal 39 orang itu masih di Kapal Pratama Kalyani sedang menuju ke Lembar. Kebetulan dari Lembar juga, dari perusahaan yang sama. Ikut membantu pencarian,” katanya.

Hariyadi mengatakan tim SAR gabungan mengerahkan enam kapal dari berbagai unsur setelah menerima laporan kebakaran KMP Putri Yasmin sekitar pukul 04.30 WITA.

“Yang pertama itu ada enam kapal yang kita gerakkan ke lokasi. Dari total laporan awal yang kita terima sesuai dengan apa yang disampaikan oleh kementerian, 173 dengan satu meninggal,” katanya.

Baca juga:  Pembobolan ATM Asal Peru Dihukum Enam Tahun Penjara

Terkait kemungkinan masih adanya orang yang belum ditemukan atau belum masuk dalam pendataan, Hariyadi mengatakan pihaknya belum dapat memastikan karena pendataan penumpang menjadi kewenangan pihak perusahaan.

“Kami belum bisa memastikan terkait dengan data korban. Itu ada kewenangan dari pihak perusahaan,” katanya.

Tim SAR akan melanjutkan operasi pencarian pada Kamis (13/8), termasuk menindaklanjuti laporan dari keluarga yang belum mendapatkan informasi mengenai anggota keluarganya.

Baca juga:  Kapolda Golose Dimutasi ke Mabes Polri, Ini Penggantinya

“Besok kita juga tetap upayakan pencarian, karena ‘golden time’ pencarian itu tiga hari. Kita lakukan pencarian terus selama masih ada pengaduan, kita tetap melakukan pencarian,” katanya.

Hariyadi mengatakan operasi pencarian lanjutan akan disesuaikan dengan kondisi cuaca di lapangan.

“Kita akan lakukan pencarian dengan menyesuaikan kondisi cuaca yang ada di lapangan besok,” katanya.

KMP Putri Yasmin terbakar saat berlayar dari Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok, pada Rabu dini hari. (kmb/balipost)

BAGIKAN