
MANGUPURA, BALIPOST.com – Pelaku usaha di Bali mengekspor sebanyak 3,5 ton salak gula pasir untuk mengisi kebutuhan pasar di China.
“Ini merupakan kekuatan Indonesia yang bisa dioptimalkan,” kata Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri di Kuta, Kamis (6/8).
Komoditas buah tropis itu dipanen dari petani Pulau Dewata khususnya yang berasal dari Kabupaten Karangasem.
Dilansir dari Kantor Berita Antara, nilai ekspor salak gula pasir itu mencapai 13 ribu dolar AS atau setara Rp232,92 juta (dengan kurs Rp17.917 per dolar AS). Berdasarkan data Kementerian Perdagangan RI, rata-rata ekspor harian diperkirakan berada pada rentang angkat 3 hingga 5 ton.
Menurut dia, Provinsi Bali memiliki potensi besar untuk ekspor mulai dari perikanan, ekonomi kreatif, fesyen dan kerajinan hingga pertanian termasuk komoditas buah tropis yang banyak diminati sejumlah negara.
Meski begitu, ia mengharapkan adanya pengayaan produk ekspor dengan mengolah produk mentah itu menjadi produk lain dengan nilai lebih tinggi. Tujuannya, agar memberikan dampak berlipat ganda dari potensi ekonomi tersebut.
“Pada prinsipnya, jangan sampai yang kita ekspor adalah bahan-bahan yang masih mentah. Jadi harus berupaya untuk melakukan segala cara bagaimana agar juga bisa down streaming (hilirisasi),” katanya menambahkan.
Potensi ekspor dari daerah itu ditargetkan dapat berkontribusi untuk meningkatkan realisasi ekspor Indonesia.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan RI, nilai ekspor Indonesia pada 2025 mencapai 282,91 miliar dolar AS atau naik dibandingkan 2024 mencapai 266,52 miliar dolar AS.
Adapun rata-rata tren pertumbuhan per tahun selama 2021-2025 mencapai 3,12 persen.
Sedangkan untuk realisasi 2026, kata dia, hingga saat ini sudah mencapai 280 miliar dolar AS dari target 315 miliar dolar AS.
Kementerian Perdagangan RI memiliki jaringan di 33 negara dalam bentuk Pusat Promosi Perdagangan Indonesia dan atase perdagangan yang dapat mendorong ekspor dari tanah air.
“Kami hadir untuk memfasilitasi pelaku usaha khususnya daerah juga untuk kami hubungkan dengan potensi pasar yang ada di luar negeri,” ujarnya. (kmb/balipost)









