
SINGARAJA, BALIPOST.com – Respons cepat personel Satpolairud Polres Buleleng bersama warga berhasil menyelamatkan seekor trenggiling (Manis Javanica), satwa liar dilindungi, yang ditemukan di kawasan Pantai Anturan. Setelah dipastikan dalam kondisi sehat, satwa langka tersebut diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali.
Penyerahan dilakukan, pada Rabu (5/8) di Kantor Resor BKSDA Buleleng, Jalan Parikesit, Kelurahan Banjar Tegal, Kecamatan Buleleng. Sebelumnya, trenggiling itu dievakuasi oleh personel Pos Satpolairud Anturan bersama masyarakat pada Selasa (4/8) setelah ditemukan berkeliaran di sekitar kawasan Pantai Anturan.
Di Kantor Resor BKSDA Buleleng, trenggiling diterima secara resmi untuk menjalani proses identifikasi, pemeriksaan kesehatan, serta perawatan sebelum nantinya dilepasliarkan kembali ke habitatnya. Pelepasan ink sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalina Diaz, mengatakan keberhasilan penyelamatan trenggiling tersebut merupakan hasil sinergi antara Polri, masyarakat, dan BKSDA dalam melindungi satwa liar yang keberadaannya semakin terancam.
Ia mengapresiasi kepedulian masyarakat yang segera melaporkan keberadaan satwa liar dilindungi kepada petugas. Menurutnya, sinergi seperti ini sangat penting untuk memastikan satwa yang dilindungi dapat diselamatkan dan dikembalikan ke habitatnya.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menangkap, memelihara maupun memperjualbelikan satwa yang dilindungi, melainkan segera berkoordinasi dengan aparat atau BKSDA apabila menemukannya,” ujarnya.
Menurutnya, pelestarian satwa liar tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat. Laporan cepat dari warga menjadi faktor penting dalam menyelamatkan satwa liar dari ancaman perburuan maupun perdagangan ilegal.
Iptu Yohana menegaskan Polres Buleleng akan terus memperkuat kerja sama dengan BKSDA Bali serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati di wilayah Buleleng. “Hal ini akan menjadi bukti kedepan sinergi berjalan baik bersama masyarakat,” tutup Yohana. (Nyoman Yudha/balipost)










